| Sabtu, 06 Oktober 2007 | SEMARANG |
''Anak Mahal" Itu Dapat Penjagaan Ekstra
MASIH ingat dengan Ulung? Satu tahun sudah pemilik nama Ulung Hara Hutama itu menjalani kehidupan paska operasi cangkok hati. Jangan pernah berpikir dia tergolek lemah dengan selang infus yang menancap di tubuhnya seperti tahun lalu. Sama sekali tidak. Melihat keriangan dan aktivitasnya, orang tidak menyangka bahwa untuk membuat hidupnya normal, dia harus mendapat donor hati dari ibunya. "Aktivitasnya tergolong tinggi,'' kata Didik, ayah Ulung. Meski sudah bisa beraktivitas normal, Ulung tetap mendapatkan penjagaan yang ekstra ketat. Hal ini cukup beralasan mengingat dia tergolong ''anak mahal''. Bagaimana tidak, untuk mendapatkan kehidupan seperti saat ini dia harus menjalani operasi yang berbiaya sangat mahal. Kesehariannya, menurut Didik, dia sudah diizinkan untuk bermain di sekitar lingkungan rumahnya. Hanya saja pada kondisi tertentu dia tetap harus mematuhi prosedur penjagaan yang ada. Misalnya, ketika berada di lingkungan yang terlalu banyak orang dia wajib menggunakan masker. "Ini untuk menghindari supaya dia tidak tertular penyakit dari orang lain,'' imbuhnya. Sejauh ini, dituturkan Didik, tidak ada masalah berarti yang terjadi pada diri Ulung. Sedikit masalah yang ada hanyalah seputar nafsu makannya. "Makannya nggak bisa banyak. Meski begitu tidak sampai membuat berat badannya berkurang,'' imbuhnya. Cangkok Pertama Ulung merupakan pasien cangkok hati pertama dengan donor hidup di Semarang. Operasi terhadap dirinya dilaksanakan 1 Oktober 2006 dan memakan waktu sekitar 13 jam. Paskaoperasi dia sempat mengalami berbagai masalah perawatan seperti misalnya esistensi kuman, gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit. Setelah hampir dua bulan menjalani perawatan akhirnya dia diizinkan untuk pulang dalam kondisi sehat. Menurut anggota Tim Cangkok Hati, Prof Dr dokter Ag Soemantri, pantauan terhadap kondisi kesehatan pasien cangkok hati akan dilakukan seumur hidupnya. Untuk itu anggota tim cangkok hati menyediakan waktunya 24 jam. "Ini untuk menjamin proses tumbuh kembang penderita dengan sempurna,'' katanya. Setelah keberhasilan Tim ini, ditambahkan, akan segera ada 'Ulung' lainnya yang siap menjalani operasi. Saat ini semua masih dalam tahap persiapan. "Pasien masih menjalani berbagai pemeriksaan sebelum operasi dilaksanakan,'' imbuhnya.(Roosalina-41) |