| Sabtu, 06 Oktober 2007 | SEMARANG |
Membaca, Pilar Peradaban IslamSEMARANG - Faktor eksternal yang menjadi rusaknya peradaban Islam dewasa ini, antara lain rusaknya akhlak, kezaliman, kemewahan, egoisme, oportunisme, serta banyaknya penguasa yang korup, lantaran rendahnya komitmen masyarakat terhadap agama. "Untuk kembali membangun peradaban Islam itu, perlu membaca dan memahami konsep-konsep Islam yang menjadi pemicu bangkitnya peradaban pada masa lalu," kata Dr H Hamid Fahmy Zarkasyi MA dalam acara Tarawih Bersama dan Peringatan Nuzulul Quran, Kamis (4/10) malam di Masjid Sultan Agung, Unissula. Kegiatan itu dihadiri antara lain ketua umum YBWSA Hasan Toha Putra, Rektor Unissula Rofiq Anwar beserta para wakil rektor, dosen, pengurus yayasan dan mahasiswa itu diikuti ratusan jamaah. Hamid Zarkasyi menuturkan, langkah terpenting untuk kembali di masa kejayaan peradaban Islam seperti yang terjadi di masa lalu, adalah dengan mengembangkan budaya membaca dan memahami ilmu pengetahuan Islam. "Dengan tradisi membaca dari sebuah pendidikan, maka akan lahir komunitas yang aktif dalam mengembangkan Islam, disiplin ilmu-ilmu Islam serta akan timbul ekonomi Islam. Itulah sebenarnya pilar dari peradaban Islam," katanya. Rektor Rofiq Anwar dalam sambutannya mengatakan, di bulan Ramadan, umat Islam diminta lebih banyak lagi membaca ayat-ayat suci Alquran dan melakukan apa-apa saja yang diperintahkan Allah SWT dan Rasulullah SAW. "Salah satu upaya menjalankan perintah-perintah Alquran di lingkungan kampus Unissula adalah dengan menerapkan budaya akademik Islami," tutur Rofiq. (H36-18) |