logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 06 Oktober 2007 SEMARANG
Line

Dikeluhkan, Los Pasar Mrican Sempit

SEMARANG- Bangunan lantai II Pasar Mrican, Jumat (5/10), mulai difungsikan. Puluhan pedagang buah dan sayuran yang biasanya berjualan di tepi Jalan Tentara Pelajar maupun di trotoar jembatan Mrican mulai memindahkan barang dagangannya.

Kasubdin Ketertiban Dinas Pasar Kota Semarang, Agus Harmunanto mengatakan, relokasi pedagang dilaksanakan setelah pihaknya menerima penyerahan bangunan lantai II dari kontraktor CV Harapan Kita.

''Relokasi baru bisa terlaksana hari ini (kemarin-red), karena terkendala penyerahan dari kontraktor yang menggarap proyek ini. Relokasi bisa dilaksanakan sesuai rencana, yakni sebelum Ramadan,'' katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, meski sudah rampung sejak beberapa waktu lalu, bangunan lantai II pasar itu tak kunjung difungsikan. Akibatnya, puluhan pedagang berjualan di tepi Jalan Tentara Pelajar maupun di trotoar jembatan. Kondisi itu mengganggu pengguna jalan. Keberadaan mereka memicu pembeli untuk berhenti dan memarkirkan kendaraan di sana.

Agus menjelaskan, bangunan lantai II itu mempunyai kapasitas tampung 57 pedagang. Masing-masing petak berukuran 1 x 1,5 meter. ''Jumlah pedagang yang direlokasi sebanyak 51, sehingga seluruh pedagang bisa tertampung.''

Terlalu Sempit

Salah seorang pedagang, Muhari (60) mengungkapkan, petak berjualan yang disediakan Dinas Pasar terlalu sempit. ''Memang di sini lebih bersih dan adem. Tetapi, los yang ukurannya 1 x 1,5 meter itu terlalu sempit. Kami tidak bisa menggelar dagangan, seperti ketika di tepi jalan,'' kata Muhari.

Selain itu, tambah dia, kondisinya juga sepi. Dinas Pasar dan Satpol PP Kota Semarang ternyata memberikan toleransi kepada 6 pedagang yang berjualan di tepi jalan. Mereka diberi waktu sehari untuk membongkar lapak dan memindahkan dagangannya ke lantai II. ''Kalau besok (hari ini- red) masih berjualan di lokasi lama, kami akan membongkar lapaknya,'' kata Kabid Satpol PP, Sumarjo SH.

Keenam pedagang itu meminta Dinas Pasar memberikan toleransi untuk berjualan di tepi jalan hingga setelah Lebaran. Sebab, sepinya kondisi lantai II menyebabkan mereka khawatir tidak bisa memenuhi kebutuhan hari raya. (H40,H23-18)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA