logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 06 Oktober 2007 SEMARANG
Line

Puncak Mudik di Tanjung Emas

SEMARANG- Puncak arus mudik di Pelabuhan Tanjung Emas diperkirakan terjadi hari ini. Empat kapal yang membawa sekitar 4.000 penumpang akan berlabuh, yakni KM Lawit, KM Mustika Kencana, KM Sirimau, dan KM Binaiya.

KM lawit dan KM Mustika datang dari Pontianak. KM Sirimau berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, sebelum kemudian bertolak ke Kupang, Nusa Tenggara Timur. Sedangkan KM Binaiya datang dari Kumai, Kalimantan Tengah.

Kepala Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Emas, Kirharjono menjelaskan, jumlah kapal yang berlabuh hari ini merupakan yang terbanyak. Hari-hari lainnya, kapal yang sandar antara 2 sampai 3 buah.

Lonjakan penumpang, lanjut Kirharjono, sudah dimulai sejak H-10, Rabu (3/10) lalu. Kondisi tersebut diperkirakan terus berlangsung sampai H-2 Lebaran. Pada H-1 dan Hari H, penumpang cenderung berkurang.

Mengingat karakteristik pola perjalanan dengan kapal laut yang membutuhkan waktu tempuh relatif lama, untuk bisa berlebaran di kampung halaman, para pemudik jauh-jauh hari memulai perjalanan mudiknya.

Terkait barang bawaan penumpang, pihaknya tetap akan memeriksa secara ketat. Perhatian lebih khusus diberikan kepada hewan. Hewan yang tidak dilengkapi surat jalan akan disita dan dimusnahkan.

Kemarin, dua kapal penumpang bersandar di pelabuhan. KM Dharma Kencana I datang dari Sampit dan KM Dharma Kencana II dari Kumai. Kedua kapal tersebut membawa 800 penumpang.

Pantauan Suara Merdeka, mulai banyak penumpang yang membawa sepeda motor. Kendaraan tersebut langsung ditumpangi dari pelabuhan menuju kampung halaman.

Terus Berbenah

General Manager PT Pelindo III Tanjung Emas, Drs Bambang Subekti mengungkapkan, pihaknya telah menempatkan 36 personel di Port Security.

''Jumlah tersebut hanya dari PT Pelindo. Kalau ditambah dengan instansi terkait lainnya seperti KP3, KPLP, dan Polairut, jumlahnya mencapai ratusan,'' kata dia di sela-sela acara buka puasa bersama 50 anak yatim piatu dan pengguna jasa di Kantor Pelindo, Jl Coaster, Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas.

Dalam kesempatan tersebut, Pelindo juga memberikan bantuan kepada Panti Wreda Beringin, Ngaliyan. Dia mengatakan, dalam rangka penerapan sistem kode pengamanan kapal dan fasilitas pelabuhan internasional (ISPS Code), pihaknya kini terus melakukan pembenahan. Antara lain, penyediaan lokasi parkir mobil dan ruang tunggu VIP bagi penumpang mancanegara.

Di Bandara Internasional A Yani hingga H-8 kemarin belum terlihat lonjakan penumpang. Selama Bulan Ramadan, bahkan ada kecenderungan jumlah penumpang turun.

Airport Duty Manager Bandara A Yani, Hasan, Jumat (5/10) mengungkapkan, jumlah keberangkatan dalam kondisi normal sekitar 1.500-1.600 penumpang. ''Masih sepi tetapi penerbangan dari Singapura mengalami lonjakan dari biasanya 70-an, kemarin sampai 94 orang,'' jelas Hasan.

Berdasarkan data PT Angkasa Pura I Bandara Internasional A Yani, rute penerbangan seperti Semarang - Jakarta oleh Garuda Indonesia sebanyak 8 kali sehari misalnya, memiliki kapasitas hingga 800 tempat duduk. Ditambah dengan sejumlah maskapai lain, diharapkan mampu menampung lonjakan penumpang saat arus mudik nanti. Rata-rata pergerakan pesawat dari Semarang ke berbagai rute per harinya 23 kali, itu belum termasuk penerbangan tidak berjadwal.

Kondisi bandara diperkirakan baru mulai ramai pada akhir minggu ini atau awal pekan depan. Untuk menghadapi lonjakan penumpang, sejumlah maskapai beberapa sudah mengajukan penerbangan tambahan, seperti Batavia Airlines dan Garuda Indonesia. (H6,J14,H40-18)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA