| Sabtu, 06 Oktober 2007 | KEDU & DIY |
Wilayah Perbatasan DIY-Jateng Rawan KejahatanKULONPROGO - Wilayah perbatasan DIY-Jawa Tengah merupakan salah satu titik rawan tindak kejahatan. Karena itu, Polda DIY menyiagakan sejumlah personel di sana untuk mengantisipasi tindak kejahatan. Bahkan di beberapa lokasi rawan macet polisi lalu lintas akan bersiaga. ''Petugas yang ditempatkan di lokasi rawan kejahatan sebagian besar berpakaian preman, mereka akan mengawasi secara ketat tempat-tempat tersebut,'' tandas Kapolda DIY Brigjen Drs RA Hary Anwar SH ketika mengikuti tarawih di Mapolres Kulonprogo, Rabu (3/10) lalu. Dia mengungkapkan pula, polisi bertugas memberi kenyamanan kepada pemudik menjelang lebaran begitu pula setelahnya. Menurut dia, lebaran menjadi titik tolak keberpihakan kepada rakyat. Dengan demikian polisi akan selalu dekat dan bersama masyarakat menjaga lingkungan. Selama Idul Fitri, dia menegaskan, polisi tidak akan libur karena memang berkewajiban memberikan pelayanan kepada masyarakat. Mereka baru dapat libur setelah semua tugas-tugas lebaran selesai dan harus menyesuaikan situasi dan kondisi setempat. Kapolda pada acara itu juga memberikan bantuan berupa semen untuk perbaikan Panti Asuhan Misbahul Husna yang ada di Banjaran, Kokap dan mushala Al Mutaqien di Clapar, Kokap. Sementara itu, nuansa lebaran belum begitu terasa. Di sejumlah fasilitas umum seperti terminal, stasiun, pasar, mal, toko, dan lainnya masih sepi. Di Terminal Bus Giwangan misalnya, aktivitas masih terlihat seperti biasa belum tampak lonjakan arus penumpang. Begitu pula di Stasiun Tugu dan Lempuyangan. Di Pasar Beringharjo, Malioboro, dan toko sepanjang jalan di sana juga belum tampak peningkatan pengunjung. ''Sepuluh hari lagi lebaran tapi masih sepi, dagangan juga jarang laku. Nggak tahu nanti kalau pas lebaran atau satu-dua hari sebelumnya,'' keluh Slamet, pedagang pakaian dan suvenir di Malioboro. (D19-70) |