| Sabtu, 06 Oktober 2007 | KEDU & DIY |
Peringatan HUT Ke-62 TNIWarga Diajak Keliling Kota Naik Kendaraan TempurYOGYAKARTA - Peringatan HUT Ke-62 TNI tingkat Korem 072/Pamungkas Yogyakarta, kemarin (5/10), dilakukan di Alun-alun Utara. Seusai upacara yang dipimpin Marsekal Pertama TNI Imam Sufaat, masyarakat yang menyaksikan diberi kesempatan menaiki sejumlah kendaraan tempur peserta upacara. Walaupun harus berdesak-desakan, dengan suka-cita warga menikmati kesempatan berkeliling Kota Yogyakarta naik tank, panser, dan truk. Kegiatan itu tidak dipungut biaya. ''Wah ya senang, apa lagi sekarang sampai berkeliling kota,'' ujar Sumarno (43) sambil mengajak anaknya. Kesempatan serupa pernah diberikan TNI beberapa tahun lalu. Tapi seperti kata Sumarno, waktu itu cuma berkeliling di Alun-alun Utara. Upacara tingkat Provinsi DIY dan eks Karesidenan Kedu juga dihadiri Gubernur Sri Sultan Hamengku Buwono X, Danrem 072/Pamungkas Kol Inf Setyo Sularso, dan segenap unsur Muspida lainnya. Penghargaan negara berupa Satya Lencana Kesetiaan diberikan kepada tiga orang anggota TNI berpangkat sersan mayor (Serma). Hadapi Kendala Masing-masing Serma Rukiman (Bintara Kompi Markas Korem 072/Pmk), Serma Ngatijo (Bintara Sikal Lanud Adisucipto), dan Serma Yulianto (Bintara Logistik Detasemen TNI AL Yogyakarta). Di tengah suasana puasa, upacara peringatan di Alun-alun Utara dengan komandan upacara Letkol Pnb I Nyoman Tri Santoso (dosen Karbol AAU) itu berlangsung sederhana dan khidmat. Sementara itu, Panglima TNI Marsekal TNI Djoko Suyanto dalam sambutannya yang dibacakan Marsekal Pertama TNI Imam Sufaat antara lain menyatakan keprihatinannya. Sebab di usianya yang ke-62 tahun TNI masih harus menghadapi berbagai kendala. Baik yang berasal dari dalam maupun yang muncul akibat perkembangan lingkungan sekitar yang demikian pesat. Kendala intern TNI disebutkan misalnya, adanya oknum prajurit dalam kehidupan kedinasan dan di luar dinas mengabaikan kaidah-kaidah keprajuritan serta norma-norma hukum yang berlaku. Adapun faktor ekstern adalah sulitnya membangun kekuatan TNI yang memadai akibat keterbatasan kemampuan negara. (P58-70) |