logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 06 Oktober 2007 KEDU & DIY
Line

Kolektor 2.000 Piringan Hitam

SUARA Waldjinah mengalun lembut melantunkan tembang "Walang Kekek". Suaranya memang merdu dan terkesan kenes. Tembang yang tidak jelas siapa pengarangnya itu masih populer hingga sekarang.

Waldjinah sudah melantunkan tembang yang direkam di atas piringan hitam itu sejak tahun 1962. Pada tahun itu setidaknya dia sudah rekaman 15 album. Selain "Walang Kekek", dia juga sudah meluncurkan album "Jangkrik Genggong", "Kethek Ogleng", "Kenjo Bali" dan "Tjiu Gambar Manuk".

Album piringan hitam Waldjinah yang direkam perusahaan Media Record itu adalah sebagian kecil koleksi milik Endro Nugroho (48 tahun). Mantan eksportir mebel tersebut setidaknya mengoleksi kurang lebih 2.000 keping piringan hitam.

Memang tidak semuanya album langgam. Tapi untuk tembang dan gending-gending Jawa, koleksinya mencapai sekitar 400 keping. Untuk langgam, koleksi yang menjadi kebanggannya adalah "Oeler Kambang" yang ditembangkan Soeratinah.

Album itu direkam Colombia di Astana Kepatihan Yogyakarta pada 20 Desember 1932. Di album tersebut setiap selesai melantunkan sebuah tembang, Soeratinah akan mengakhirinya dengan ucapan sampun ndoro.

"Rekamannya memang berlangsung di Yogyakarta di hadapan Raja Ngayogyakarta. Mungkin perusahaan Colombia dari Eropa itu membawa peralatannya ke sini khusus untuk merekam," katanya.

Cukup Tua

Pada tahun 1932 itu juga Colombia merekam di Astana Mangkunegaran Solo. Langgam "Oelar Kambang" yang dilantunkan Mas Adjeng Ratnaningsih direkam di hadapan Mangkoenegoro VII adalah salah satunya.

Begitu juga dengan langgam "Bowo Pakoe Gongso" yang diiringi gamelan Slendro Patet Manyuro dan langgam "Soeroeng Dayoeng", yang juga dikoleksinya. Yang menarik, koleksi piringan hitam yang umurnya sudah cukup tua itu dibeli Endro dengan harga yang sangat murah.

"Rata-rata saya beli dengan harga kurang dari Rp 10.000 setiap kepingnya. Bahkan tidak sedikit dari sebagian koleksi saya itu hanya dibeli dengan harga Rp 3.000 per kepingnya." ujarnya. Tapi khusus untuk album Waldjinah, harga per kepingnya mencapai Rp 70.000. Itu pun dia harus membeli semuanya yang berjumlah 15 album. (Jul-70)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA