| Senin, 01 Oktober 2007 | RAGAM |
Bekatul untuk Meningkatkan Kebugaran ManusiaSELAMA ini, bekatul lebih sering diposisikan sebagai limbah hasil samping penggilingan padi. Ia hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak, dengan nilai ekonominya yang rendah pula. Sebenarnya bekatul (rice bran) sangat manfaat bagi kesehatan dan kebugaran tubuh manusia, karena mengandung protein, mineral, lemak tak jenuh, vitamin B kompleks (B1, B2, B3, B5, B6, dan B15), serta serat pencernaan (dietary fibres). Bekatul sejak dulu telah dikenal luas, terutama oleh masyarakat pedesaan yang biasa mengonsumsi beras tumbuk, yang masih mengandung 50 persen bekatul. Bahkan sering dikonsumsi sebagai menu tambahan yang sehat, karena mengandung banyak vitamin. Jangan heran masyarakat pedesaan yang berumur 60-70 tahun masih kuat mencangkul. Mereka pun jarang terkena penyakit degeneratif seperti kolesterol, darah tinggi, atau jantung, yang biasa disebut ''penyakit orang kota''. Salah satu kandungan tinggi pada bekatul adalah vitamin B15. Vitamin ini sanggup mengoptimalkan kerja aneka organ tubuh. Vitamin B15 disebut juga pangamic acid. Ia ditemukan Dr Krebs Junior, seorang ahli biokimia dari San Francisco (AS), tahun 1952. Penyakit yang diobati dengan B15 antara lain kencing manis (diabetes mellitus), hipertensi, bengek (asma), kolestrol, gangguan aliran pembuluh darah jantung (coronair insuffsiency), serta penyakit hati. Kaya Serat Penelitian Krebs juga sudah dibuktikan oleh seorang purnawirawan TNI, dokter Liem, pada awal tahun 1960-an. Dia menjadikan dirinya sebagai ''kelinci percobaan'' selama sebulan, dengan mengonsumsi bekatul. Liem mengonsumssi bekatul mentah-mentah, dicampur dengan susu atau teh. Dari percobaan itu, dia merasakan perubahan yang berarti. Badannya lebih fit dan tidak gampang lelah jika melakukan latihan fisik ketentaraan. Buang air besar pun menjadi lebih lancar. Dia menjamin, bekatul tak punya efek samping yang berarti jika dikonsumsi dengan dosis yang sesuai, yakni 30 gram/hari. Agar enak dan tak terasa enek, bekatul bisa diperlakukan seperti sereal: dicampur susu, air gula kelapa, teh, dan roti. Bisa juga diolah dalam bentuk cake dan biskuit, dicampur tepung terigu. Siap Konsumsi Serat yang terdapat pada bekatul pun cocok untuk diet. Serat ini mampu menyerap air dan bisa lebih lama tinggal di dalam lambung, sehingga memperlambat timbulnya rasa lapar. Hal ini cocok bagi mereka yang ingin memiliki berat badan ideal melalui pengaturan pola konsumsi makanan, serta bagi orang yang sedang menjalankan ibadah puasa. Serat ini juga mampu mengikat sisa-sisa hasil metabolisme pada saluran pencernaan, sehingga zat-zat berbahaya ini tidak ditimbun dalam usus melainkan keluar bersama dengan kotoran. Namun untuk mengonsumsi bekatul, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Sebab tidak semua bekatul baik untuk dikonsumsi. Dedak dari penggilingan padi biasanya masih bercampur sekam. Agar bekatul terpisah dari sekam, dedak harus diayak berulang-ulang, hingga menghasilkan bubuk terhalus. Setelah diayak, bekatul siap dikonsumsi sebagai makanan tambahan. Karena mengandung asam lemak tak jenuh, bekatul bisa tengik selama masa penyimpanan. Maka agar lebih tahan lama, bekatul bisa disangrai lebih dulu untuk membunuh mikroba. Mau mencoba? (Istolia Wahyu Wardani-32) |