| Senin, 01 Oktober 2007 | SEMARANG |
BI Lipat Gandakan Stok UangMENJELANG Lebaran tentu aktivitas bank-bank semakin meningkat. Hal ini bisa dimaklumi, mengingat perilaku budaya masyarakat Indonesia pada saat hari raya itu sangat unik, yang tentu berhubungan dengan uang. Kebiasaan-kebiasaan seperti memberi uang Lebaran kepada sanak saudara, zakat, atau pun kebiasaan menukar uang kecil menjadi fenomena tersendiri di saat itu. Kebiasaan lain adalah penarikan uang dari bank berkaitan dengan Lebaran. Mengantisipasi hal itu Bank Indonesia menyatakan sudah siap. Berbagai langkah telah dilakukan untuk membantu kelancaran masyarakat berharo raya. Hal itu disampaikan Amril Arief, Pemimpin BI Semarang dalam acara "Berkah Obrolan Sahur Ramadan 1428 H", Sabtu (29/8), yang disiarkan langsung Suara Sakti 105,2 FM. Amril tampil sebagai nara sumber dengan moderator Pemred Suara Merdeka Sasongko Tedjo di lobi Hotel Ciputra. Acara ini didukung Djarum Super, Telkom Flexi, Wawasan, Mandiri Prioritas, dan Garuda Indonesia. Selain itu, pendengar juga dapat berinteraksi melalui SMS di (024) 70400550 dan telepon interaktif di (024) 8447154. Seperti dikatakan Amril, aktivitas penukaran penarikan uang menjelang Lebaran meningkat hingga tiga kali lipat. Jika hari biasa transaksi penukaran uang hanya berkisar Rp 1 miliar, bulan puasa menjelang Lebaran bisa mencapai Rp 5 miliar Rp - 10 miliar. Mengatispasi penarikan uang, BI menyiapkan uang Rp 4 triliun untuk wilayah Jateng-DIY. "Meski kami dari bank telah mencoba memperkenalkan pembayaran nontunai, seperti lewat kartu kredit, ATM, atau kartu debet, permaintaan uang tunai tetap saja besar. Padahal risiko pengambilan uang tunai juga besar," katanya dalam acara yang menampilkan host dari Suara Sakti, Ardi. Risiko yang dimaksud Amril ada dua, yaitu perampokan dan pemalsu uang. Karena itu, dia berpesan kepada masyarakat, meski BI tidak membatasi pengambilan uang, masyarakat hendaknya membatasi sendiri untuk menghidari risiko. Seorang pendengar, Suparto dari Wonodri mempertanyakan lamanya dia harus menukarkan uang kecil. Terkadang dia harus antri berhari-hari untuk mendapatkannya. Menggapi hal itu, Amril menegaskan, penukaran tidak sampai lebih dari sehari. Selain itu BI tidak memungut biaya atas penukaran itu. "Jika penukaran lebih dari sehari, berarti mereka menitipkan kepada seseorang. Jika ada yang memungut biaya banyak atas penukaran itu, silakan laporkan kepada kami," kata ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Cabang Semarang. (Moch Kundori-18) |