| Senin, 01 Oktober 2007 | SEMARANG |
MBCS, Salah Satu Klub TerbaikSEMARANG- Sebagai wujud kepedulian terhadap sesama di bulan suci Ramadan ini, Mercedes Benz Club Semarang (MBCS) memberi sumbangan ke panti asuhan yatim piatu Siti Khotijah Semarang. Pemberian bantuan di sela-sela gathering para pemilik Mercedes Benz dilakukan di authorized dealer Mercedes Benz PT Hartono Raya Motor di Jl Siliwangi. Selai puluhan anggota MBCS hadir dalam kesempatan itu, beberapa klub otomotif lainnya seperti Indonesian Starlet Club, Jeep 4x4, HOG, HDCI, CJBC, dan juga Honda Tiger Club. Ketua umum MBCS, Kukrit SW menyatakan, acara gathering yang diiringi kegiatan bakti sosial dan buka bersama merupakan bukti klub otomotif Semarang peduli dengan sesama. "Kami ingin memberikan kesan dan bentuk nyata bahwa klub otomotif di Semarang adalah salah satu yang terbaik di Indonesia," kata Kukrit dalam sambutannya. Perlu Pengawasan Ungkapan senada juga diutarakan Kasat Lantas Polwiltabes Semarang AKBP Drs Agus Suryo Nugroho. Menurut dia, klub otomotif di Kota ATLAS cukup banyak, namun tetap bisa menjaga situasi kondusif. Kendati demikina, kini semakin menjamur klub otomotif baru tetap diperlukan pengawasan dan pengendalian. "Karena itulah kami bersama klub otomotif telah mendirikan Balai Kemitraan Polisi dan Masyarakat yang bermarkas di Simpanglima. Balai itu bisa digunakan sebagai ajang silaturahmi," tuturnya. Di sela-sela acara, panitia yang bekerja sama dengan Nusantara Tour dan Travel serta Indosat mengadakan berbagai kuis. Sebagai hadiah utama adalah disediakannya dua tiket pesawat Semarang-Singapura bagi para undangan. Selain itu diadakan juga tanya jawab terkait segala hal tentang Mercedes Benz oleh Jan Weller dari Daimler Chrysler wilayah Asia-Afrika. Tak ketinggalan Didi Hardiyanto, Direktur Sentul Safety Driving Course memberikan pelatihan tentang cara mengemudi yang baik, benar, dan aman. Menurut dia, setiap hari rata-rata 30 orang tewas karena kecelakaan di jalan raya. "Dari angka tersebut, sebagian besar kasusnya karena kelalaian pengemudi dan kurangnya pengetahuan mengemudi yang benar," tuturnya. (H23-18) |