| Senin, 01 Oktober 2007 | SEMARANG |
Sumber Air Warga Terancam Hilang
SEMARANG- Pengeprasan bukit yang dilakukan PT Indo Perkasa Utama (IPU) untuk perluasan Kawasan Industri Candi, mengancam kelestarian dua sumber air alami warga Kelurahan Bambankerep, Kecamatan Ngaliyan. Sumber air itu masing-masing berada di Kampung Pucung dan Bambankerep. Di Kampung Pucung, sumber air berupa sendang di aliran Kali Kulon. Sedangkan di Bambankerep berada di antara tebing. Pengeprasan bukit yang dilakukan PT IPU telah mencapai kedua sisi sumber air tersebut. ''Pengeprasan bukit menyebabkan bangunan sendang yang berada di sepanjang Kali Kulon (Sungai Pucung-Red) bergeser. Akibatnya, tandon yang digunakan untuk menampung air minum kini mengalami retak-retak. Padahal, itu merupakan satu-satunya sumber air milik warga,'' kata Sudadi (45) warga RT 2 RW 2, Kampung Pucung, Bambankerep, Ngaliyan, Jumat (28/9). Warga khawatir pengeprasan tebing yang dilakukan terus-menerus akan mematikan sumber air tersebut. Kalau itu terjadi warga akan kehilangan besar. Selama ini mata air itu menjadi sumber satu-satunya milik warga. Sementara sumur artesis yang dibuat tak menghasilkan air. Kekhawatiran sama diungkapkan Marwoto (48) warga RT 3 RW 2, Kampung Bambankerep. Menurut dia, pengeprasan bukit akan menyebabkan kandungan air di sumber berkurang. Sebab, titik kedalaman sumber air hampir sama dengan permukaan lokasi kawasan industri. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, warga RW 2 Bambankerep hanya bergantung kepada sumber air tersebut. Dampak pengeprasan bukit mulai terasa sejak beberapa tahun belakangan. Sebelum ada proyek Industri Candi, warga kampung tidak pernah kekurangan air bersih. ''Setelah ada pengeprasan bukit, debit air mulai berkurang. Kalau diterus-teruskan akan benar-benar hilang,'' ujar Marwoto. Kendati demikian, warga tidak bisa berbuat apa-apa. Sebab, tanah atau tebing yang berada di tepi sungai itu sudah dikuasai oleh PT IPU. Warga hanya bisa berharap PT IPU memperhatikan nasib mereka. Caranya dengan membatasi aktivitas pengeprasan bukit. Sementara itu, General ManagerKawasan Industri Candi, Handri hingga petang kemarin belum bisa dimintai konfirmasi karena handphone nya tidak aktif. (H40,H6-56) |