logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 01 Oktober 2007 SEMARANG
Line

Pemudik Bermotor Masuk Semarang

  • Diprediksi Meningkat 15 Persen

SEMARANG- Meski Lebaran masih 13 hari lagi, para pemudik bersepeda motor sudah mulai memasuki Kota Semarang. Pantauan Suara Merdeka di perbatasan Semarang - Kendal, Minggu (30/9), mereka ada yang berjalan beriringan, tetapi lebih banyak yang sendirian. Umumnya satu motor dinaiki dua sampai empat orang.

Para pemudik itu dengan mudah dikenali dari pelat nomor kendaraan ataupun barang bawaan mereka. Selain tujuan Semarang, sebagian melanjutkan perjalanan ke arah Solo atau Jawa Timur.

Pada H-13 Lebaran, jumlah mereka belum begitu banyak. Jika dirata-rata dua kendaraan/menit. Pemudik motor yang datang kemarin karena memanfaatkan libur akhir pekan. Mereka adalah para pekerja sektor informal yang tak terikat jadwal pekerjaan, memilih pulang kampung lebih awal.

Seorang di antaranya, Suroto (37). Dia mudik mengendarai skuter beriringan dengan seorang temannya dari Jakarta dengan tujuan Ngawi, Jawa Timur. Pekerja serabutan itu memilih mudik lebih awal, karena ada urusan penting di kampung.

''Biasanya kalau mudik mepet-mepet Lebaran, bareng rombongan teman-teman. Tapi karena ada urusan penting di kampung, saya pulang lebih awal,'' ujar dia, saat beristirahat di tepi Jalan Raya Mangkang.

Suroto berangkat dari Jakarta Sabtu sore sekitar pukul 15.00. Sepanjang perjalanan, sesekali dia beriringan dengan pemudik lain menuju Jawa Tengah. Tapi karena punya tujuan sendiri-sendiri, mereka lalu berpisah.

Meningkat 15%

Seperti pernah diberitakan, pemudik bersepeda motor tahun ini diperkirakan meningkat 15 persen. Jika tahun lalu jumlah pemudik bermotor yang melintasi Kota Semarang sekitar 1,5 juta orang, Lebaran kali ini mencapai 1.725.000.

Untuk para pemudik bermotor, Dishub Kota Semarang bersama instansi terkait, seperti kepolisian, Dinas Kesehatan, dan Orari menyediakan pos pelayanan terpadu di sejumlah titik. Antara lain di Terminal Mangkang dan bundaran Kalibanteng. Kadishub Kota Andi Agus Wandono menuturkan, pos-pos itu menyediakan fasilitas bagi pemudik, di antaranya tempat istirahat, pemeriksaan kesehatan, dan minum.

Petugas juga memandu mereka, terutama yang mengendarai sepeda motor, melalui rambu-rambu atau pengeras suara. Mereka yang menuju ke arah selatan akan diarahkan melewati Jalan Pamularsih, dan yang ke arah Demak lewat jalan arteri Yos Sudarso.

''Pemudik bermotor juga harus menaati peraturan lalu lintas. Nyalakan lampu selama perjalanan. Di dalam kota kecepatan maksimal 50 km/jam. Kalau bawa barang tingginya jangan melebihi dada, lebarnya jangan melebihi stang,'' imbau Andi Agus. (H6-18)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA