| Senin, 01 Oktober 2007 | INTERNASIONAL |
Radio Pejuang Myanmar di Oslo Sumber InformasiOSLO - Junta Myanmar sedemikian ketat menutup akses informasi sehingga masyarakat di negeri itu terisolasi dari dunia luar. Namun, para pejuang prodemokrasi tetap berusaha menggunakan berbagai cara. Dengan memanfaatkan bahan-bahan informasi yang diselundupkan keluar Myanmar, Radio dan TV Democratic Voice of Burma (DVB) yang bermarkas di Oslo menjadi sumber informasi utama saat ini. Saat para demonstran bentrok dengan tentara di negeri yang tidak memiliki media independen itu, para jurnalis dan pekerja Myanmar di pengasingan ikut berjuang melalui siaran informasi dari sebuah kantor kecil di ibu kota Norwegia. Mereka berharap, informasi tersebut akan ikut berperan menumbangkan rezim militer Myanmar. Para jurnalis lokal secara diam-diam merekam berbagai peristiwa, dengan risiko ditangkap dan disiksa oleh tentara. Reportase mereka kemudian dikirim ke stasiun radio itu. Informasi tersebut diselundupkan ke luar Myammar dengan bantuan penumpang pesawat atau diplomat, atau dikirim melalui e-mail. Saat aksi demo berkembang pekan lalu, lembaga media perjuangan itu berperan penting menyajikan rekaman film dan berita untuk media massa dunia. Sebab, media asing sulit dan nyaris tidak dapat memperoleh informasi dari dalam negeri Myanmar. ''Stasiun siaran kami adalah faktor utama dalam perubahan,'' kata Khin Maung Win (42). Dia ikut terjun dalam demonstrasi 1988 yang berakhir dengan pertumpahan darah 3.000 jiwa. Patungan ''Pada 1988, Myanmar betul-betul negara tertutup. Tidak ada liputan media massa. Sekarang, setiap orang bisa menyaksikan,'' kata dia. Stasiun The Democratic Voice of Burma memiliki sekitar 100 staf. Ruang redaksi selalu hidup dengan diskusi mengenai berbagai kejadian di negeri kelahiran mereka. Siaran tersebut dipancarkan dengan gelombang radio SW. Pemerintah Norwegia, Swedia, Amerika Serikat dan Belanda bersama-sama mendanai lembaga siaran itu. Stasiun radio itu meningkatkan jumlah pemberitaan dan sebagian besar staf bekerja lembur sejak protes merebak awal bulan ini. ''Saat ini, kami yakin setiap orang menyimak siaran kami,'' kata dia.(rtr-gn-25) |