| Senin, 01 Oktober 2007 | BANYUMAS |
JALUR SELATANEmas Rp 40 Juta DijambretBANJARNEGARA-Sugeng Riyadi (36), pedagang emas asal Desa Sikumpul, Kecamatan Kalibening, menjadi korban penjambretan, Sabtu siang lalu. Dalam kejadian di jalan raya Desa Balun, Kecamatan Wanayasa itu tas miliknya berisi 550 gram emas senilai Rp 40 juta dibawa kabur empat penjambret yang berboncengan dua motor Yamaha RX King. Sekitar pukul 11.30 korban yang berjualan emas di Pasar Penusupan, Kecamatan Pejawaran menutup kiosnya. Lalu pulang mengendarai motor Honda Sura R-6436-UD. Dari pasar perjalanannya lancar. Namun ketika menempuh perjalanan beberapa kilometer, tepatnya di jalan raya Balun, Wanayasa, ada dua motor Yamaha RX King membuntuti. Sampai di sebuah tikungan dua Yamaha RX King itu memepet. Pelaku menendang korban dan berusaha merebut tas yang dicangklong di pundaknya. (H25,G23-27) Ayam Suntik Beredar PURBALINGGA-Dinas Peternakan dan Perikanan Ka-bupaten Purbalingga sejak Senin pekan lalu memantau peredaran daging ayam suntikan. "Hasilnya, hampir seluruh pasar yang kami kunjungi ada pedagang yang menjual daging tersebut," kata Kepala Dinas Indyastuti, Sabtu lalu. Sebagian besar daging ayam suntik yang ditemukan adalah ayam kampung. Sangat jarang dari ayam potong karena rumah pemotongan ayam diawasi ketat. Biasanya, lanjut dia, daging ayam suntik itu dijual dalam waktu pendek, yaitu dari pagi hingga pukul 11.00. Pedagang menghindari rugi karena dagingnya tak mampu bertahan lama. Ciri spesifik daging suntikan adalah bobotnya lebih tinggi karena kandungan airnya lebih banyak. Namun ketika digantung dalam waktu lama airnya akan berkurang. Selain itu, bau yang ditimbulkan cenderung anyir sehingga bisa dijadikan patokan para pembeli jika akan membeli daging.(wan-27) Kekeringan Makin Parah CILACAP - Hujan yang tak kunjung datang di wilayah Cilacap semakin memperparah musibah kekeringan. Sebanyak 28 desa yang tersebar di 9 kecamatan saat ini hanya mengandalkan droping air bersih dari Pemkab. "Total jumlah kiriman air ke daerah yang kekeringan mencapai 737 tangki. Seluruh 28 desa yang butuh air kita droping terus," kata Kepala Bagian Kesra Setda Cilacap, Sumaryo. Sumaryo mengatakan, ke-28 desa tersebut berada di sembilan kecamatan, yakni Kecamatan Kawunganten, Bantarsari, Gadrungmangu, Kampunglaut, Patimuan, Kedungreja, Jeruklegi, Cilacap Utara dan Karapucung. Dalam melakukan pengiriman, bagian kesra berkoordinasi dengan pihak PDAM Cilacap. "Sampai datangnya musim hujan nanti, Pemkab akan berusaha semaksimal mungkin mengirim air bersih ke desa yang membutuhkan," katanya. (G21-75) 6.900 Ha Hutan Direhabilitasi CILACAP- Seluas 6.900 hektare hutan dan kebun akan direhabilitasi melalui Gerakan Rehabilitasi Hutan (Gerhan), tahun ini. "Rencananya, program ini akan dimulai bersamaan dengan datangnya musim hujan atau sekitar November hingga Desember mendatang," kata, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Cilacap, Suranto, kemarin. Saat ini, pihaknya baru akan mengadakan lelang pengadaan bibit tanaman untuk program tersebut. Ditargetkan, sebanyak 2 juta bibit pohon akan ditanam. "Jika nantinya proses lelang sudah digelar dan didapatkan pemenangnya, kami optimis kebutuhan 2 juta pohon untuk rehabilitasi hutan akan terpenuhi," katanya. Diungkapkan, jumlah lahan kritis yang paling luas terdapat di wilayah Cilacap Barat. Rata-rata, setiap Kecamatan di wilayah ini mempunyai lahan kritis seluas 700 hektare.(J11-75) |