SUARA MERDEKA
 
INDEKS WACANA Sabtu, 29 September 2007

Drs Ali Mufiz MPA telah dilantik sebagai Gubernur Jawa Tengah menggantikan H Mardiyanto yang kini menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri. Mardiyanto selama ini dikenal sebagai pribadi yang penuh sopan santun, sederhana, cerdas sekaligus tegas. Sedangkan Pak Ali di samping memiliki empat hal yang dimiliki Mardiyanto plus dikenal sebagai humoris. Hampir di setiap kesempatan, Pak Ali secara cerdas mampu mengolah setiap momen sebagai pijakan untuk melontarkan humor.

Betapa riuh rendah kita: dari satu perkara ke perkara yang lain, seolah-olah tak berjeda. Makin aneh-aneh saja kejadiannya. Seorang anggota DPR dilantik, sehari kemudian diumumkan keputusan kasasi Mahkamah Agung (MA) yang menjebloskannya ke penjara. Ada pula ini: ribut-ribut antara Ketua MA dengan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perihal audit biaya perkara yang sampai harus "dimoderatori" Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) dan Presiden.

DRS Ali Mufiz MPA, kemarin dilantik menjadi gubernur menggantikan H Mardiyanto untuk meneruskan sisa jabatan sampai dengan 23 Agustus 2008. Melihat kronologis naiknya menjadi gubernur berjalan dan berlangsung mulus, lancar nyaris tidak ada komponen yang keberatan, termasuk kalangan DPRD, menjadi pijakan yang kuat bagi Ali Mufiz untuk menyelesaikan tugas yang semakin berat,

TRAGEDI berdarah 1965 sampai sekarang masih menyisakan misteri. Konflik politik PKI vs TNI-AD ini menjadi noda hitam politik Indonesia. Diperkirakan sejuta warga sipil terbunuh dalam konflik itu. Pertanyaannya siapa dalang di balik peristiwa itu? Apa motif tragedi tersebut dan berapa korban yang mati sia-sia? Pertanyaan itu meski telah muncul 42 tahun silam, sampai sekarang menjadi misteri yang belum terungkap.

BENTROK fisik antara oknum TNI dan Polri kembali terjadi di Ternate. Dua anggota polisi dilaporkan tewas, beberapa lainnya luka-luka baik di pihak TNI maupun Polri ( Suara Merdeka, 26/09 ). Agar bentrok tidak meluas, sudah dilakukan isolasi. Pihak Polri dikandangkan, pihak TNI diawasi.

Berita di harian ini 7 September 2007 tentang siswi bunuh diri, bukanlah yang pertama. Beberapa hari sebelumnya juga dimuat kasus serupa yang kejadiannya di lain tempat. Saya prihatin. Bunuh diri bukan cara terbaik untuk menyelesaikan persoalan kehidupan, tapi boleh dikatakan salah satu cara,

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA