| Sabtu, 29 September 2007 | OLAHRAGA |
Joao Tak Tampil Lawan LeoAkibatnya, dia dipastikan tak akan bermain dalam uji coba melawan Leo Siasat Cepat di Stadion Jatidiri, sore ini. Hingga kemarin, pengatur serangan yang piawai dalam mengumpan itu tak ikut berlatih. Bersama Denny Rumba yang juga cedera, dia hanya bisa menyaksikan aksi rekan-rekannya dari tepi lapangan. Rumba juga dipastikan absen karena masih menjalani masa pemulihan. Menurut asisten dokter tim Dwi Yoga Yulianto, pemain asal Brasil itu perlu beristirahat sekitar seminggu. Selama itu, dia harus disiplin menjalani pengobatan seperti kompres es, renang, dan fisioterapi. Renang diperlukan untuk relaksasi otot-ototnya. "Untuk sementara dia tak bisa bermain dulu agar kondisinya segera pulih," tutur Yoga. Pelatih Sartono Anwar menyebutkan, posisi Joao dalam uji coba akan ditempati Modestus Setiawan. Menurut eks arsitek Persikab Kabupaten Bandung tersebut, laga persahabatan dengan Leo tak bertujuan mencari kemenangan. Pihaknya akan memanfaatkan pertandingan itu guna menilai perkembangan Julio Lopez dkk selama berlatih pada jeda puasa. Dalam uji coba nanti, Sartono tetap menggunakan formasi modern 4-4-2. Dia menyebut timnya akan memperbanyak variasi serangan seperti yang selama ini dipoles. Yang terutama adalah penggunaan taktik penetrasi. Sambut Gembira Manajemen PSIS menyambut gembira persetujuan Persis Solo menjadi tuan rumah uji coba. Partai persahabatan tersebut akan digelar di Stadion Manahan pada 9 Oktober. ''Kami sangat senang dengan penerimaan Persis terkait partai persahabatan di Manahan,'' ungkap Manajer Teknik Setyo Agung Nugroho. Uji coba antara PSIS dan Persis merupakan kali ketiga pada tahun ini. Latih tanding pertama berlangsung di Manahan, 21 Januari. PSIS yang saat itu masih ditangani Bonggo Pribadi menyerah 0-1. Uji coba kedua digelar di Stadion Jatidiri tujuh hari kemudian. Ketika itu, Lopez cs berhasil revans dengan skor 2-1. Uji tanding ketiga dinilai Agung sangat berbeda. Pasalnya, arsitek kedua tim sama-sama baru sehingga membawa perubahan bagi performa anak-anak asuhannya. Pada putaran kedua ini, PSIS mengganti Bonggo dengan Sartono. Begitu pula "Laskar Sambernyawa" yang mengganti Suharno dengan Edward Tjong. ''Materi pemain kedua tim tak berubah, namun pergantian pelatih jelas membawa perubahan karakter permainan,'' ungkap Agung. (H29, H13-22) |