logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 29 September 2007 WACANA
Line

TAJUK RENCANA

Tantangan dan Harapan Mengadang Pak Ali

Drs Ali Mufiz MPA telah dilantik sebagai Gubernur Jawa Tengah menggantikan H Mardiyanto yang kini menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri. Mardiyanto selama ini dikenal sebagai pribadi yang penuh sopan santun, sederhana, cerdas sekaligus tegas. Sedangkan Pak Ali di samping memiliki empat hal yang dimiliki Mardiyanto plus dikenal sebagai humoris. Hampir di setiap kesempatan, Pak Ali secara cerdas mampu mengolah setiap momen sebagai pijakan untuk melontarkan humor. Dengan latar belakang sebagai akademisi sekaligus menguasai masalah keagamaan, maka figur gubernur ini memiliki kemampuan yang sangat cukup untuk adaptif terhadap semua lapisan masyarakat.

Proses menjadi gubernur pun diawali sebagai wakil gubernurnya Mardiyanto. Dengan proses "pemagangan" seperti itu dia memiliki "amunisi" yang cukup untuk mengemban tugas sebagai Gubernur. Artinya, Pak Ali sudah cukup matang terlibat pada seluruh rangkaian program pembangunan provinsi ini, sehingga memiliki kapasitas yang cukup untuk menjaga konsistensinya. Apalagi selama ini kita ketahui, hubungan kedua tokoh ini sangatlah akrab baik dalam hubungan pribadi maupun profesional. Keduanya bukanlah masuk kategori "orang sulit" di mata staf maupun orang-orang yang berinteraksi, sehingga semuanya akan menjadi lebih mudah.

Dengan dilantiknya Ali Mufiz sebagai orang nomor satu di Jawa Tengah tanpa terasa sekarang ini kita memiliki gubernur dari kalangan sipil. Kenapa tidak terasa ? Karena selama delapan tahun kita merasakan gaya kepemimpinan Mardiyanto yang lebih sipil dari pada orang sipil sendiri. Ini keuntungan tersendiri karena staf maupun masyarakat tidak akan mengalami dampak dari perubahan gaya kepemimpinan secara drastis. Apalagi ketika menjadi Wakil Gubernur, dia dikenal sebagai pemimpin yang tidak suka mengumpulkan atau mengakomodasi "orang saya" . Dengan memiliki seluruh kelebihan itu, kita yakini tidak akan terjadi guncangan-guncangan dalam kebijakannya.

Tetapi, meskipun memiliki cukup banyak "amunisi" seperti yang telah dipaparkan di atas, pastilah Ali Mufiz tidak akan sepi dari tantangan. Begitu banyak persoalan mengadang mulai dari masalah lama seperti kemiskinan yang masih menghantui provinsi ini sampai pada mensukseskan pemilihan gubernur 2008 mendatang. Suhu politik daerah ini secara perlahan akan segera naik ketika waktu pemilihan itu semakin mendekat. Gejala peningkatan suhu itu sudah terasa dan akan semakin hangat ketika para calon nanti sudah mengikrarkan diri secara terbuka. Siapa pun tidak akan bisa memprediksi apa yang akan terjadi, tetapi harapannya tentu semua akan baik-baik saja.

Sementara itu sampai hari ini banyak pihak berharap Ali Mufiz maju sebagai calon gubernur periode tahun 2008-2013, termasuk Gus Dur yang telah "meminangnya". Sudah cukup banyak yang meminta agar beliau maju, tetapi sampai hari ini belum juga keluar jawaban yang pasti apakah maju atau tidak. Peta calon gubernur barangkali akan mendadak berubah ketika misalnya dia menetapkan diri ikut sebagai kandidat. Jika dia ikut, maka pastilah orang akan mereka-reka siapa tokoh yang akan digandengnya sebagai wakil gubernur. Dengan demikian akan bertambahlah kandidat di samping nama-nama yang sudah ada seperti Ir Tamzil, Chaerul Rasyid, Bambang Sadono, Sukawi, dan lain-lain.

Tantangan yang sedemikian besar tetapi hanya memiliki sedikit waktu untuk sampai selesai tugas, maka beban yang harus dipikul Pak Ali tidaklah ringan. Tetapi kita yakini beliau akan mampu menyelesaikan seluruh "pekerjaan rumah" dengan dukungan semua pihak baik staf, DPRD maupun masyarakat luas. Memberikan kesempatan dan dukungan kepada dia sudah seharusnya diberikan agar seluruh program pembangunan bisa berjalan sesuai dengan target-target yang telah ditetapkan. Kita berharap, Gubernur Jawa Tengah yang baru mampu mengemban amanah dan tidak lalai dari seluruh sumpah dan janji yang diucapkan ketika dilantik. Selamat bekerja Pak Ali.


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA