| Sabtu, 29 September 2007 | INTERNASIONAL |
Iran-Amerika Selatan Bersekutu Hadapi ASKARAKAS - Iran dan Amerika Selatan bersekutu untuk menghadapi imperialisme Amerika Serikat. Para pemimpin Iran dan Venezuela mempererat aliansi mereka untuk menghadapi Amerika Serikat, sedangkan presiden Iran merangkul sekutu baru di Bolivia dan menyatakan dengan bersama "tak satu pun negara bisa mengalahkan kita". Setelah menyampaikan pidato di Majelis Umum PBB Rabu lalu, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengunjungi wilayah yang lebih bersahabat. Pertama, dia singgah di Bolivia dan kemudian ke Venezuela untuk bertemu Presiden Hugo Chavez. Di Bolivia, Ahmadinejad menjanjikan investasi sebesar satu miliar dolar. "Bersama kita akan makin kuat, sehingga tak satu pun negara bisa mengalahkan kita," kata pemimpin Iran itu lewat penerjemah. Mengacu pada Amerika Serikat, dia menyatakan, "Imperialisme tidak punya pilihan lagi: Menghormati orang-orang di dunia atau menerima kekalahan." Chavez menyambut Ahmadinejad dengan hangat di depan istana presiden, tempat mereka berdiri di depan mikrofon dan melontarkan retorika yang menantang Washington. "Kami akan terus melawan habis-habisan dalam menghadapi imperialisme," kata pemimpin Iran itu. "Dan era imperialisme telah berakhir." Chavez Bela Iran Chavez memeluk Ahmadinejad. Dia menyebut pemimpin Iran itu salah satu pejuang antiimperialis terbesar dan salah satu pejuang besar bagi perdamaian abadi. Dalam pidato menantang di Majelis Umum PBB pekan ini, Ahmadinejad memarahi "negara-negara arogan" yang berupaya menggagalkan program nuklir Iran. Chavez juga membela riset nuklir Iran. Dia menyatakan program itu untuk tujuan damai meski AS menuduh untuk membuat senjata nuklir. Pemimpin Venezuela itu juga menyatakan negaranya berencana mengembangkan program nuklir. Chavez menyatakan bangga dengan keberanian Ahmadinejad saat dikecam secara bertubi-tubi di Universitas Columbia, New York. "Seorang juru bicara imperial berusaha menghina Anda, menyebut Anda tiran kecil yang jahat. Namun Anda menanggapinya dengan kebesaran seorang revolusioner." Di Bolivia, pemimpin Iran itu menjanjikan investasi selama lima tahun mendatang guna membantu negara Andean yang miskin itu menggali cadangan gas alam, mengekstrak mineral, membangkitkan lebih banyak listrik, dan mendanai proyek pertanian dan pembangunan. Presiden Bolivia Evo Morales, yang bersama Chavez menjadi sekutu utama Iran, menyebut kunjungan Ahmadinejad itu bersejarah. Kedua negara tersebut menjalin hubungan diplomatik untuk kali pertama.(ap-niek-26) |