| Sabtu, 29 September 2007 | BANYUMAS |
JALUR SELATANJumlah Penggadai NaikPURWOKERTOMasyarakat yang bakal mengunakan jasa gadai di Perum Pegadaian Unit Purwokerto menjelang Lebaran diperkirakan akan naik. Diperkirakan pegadaian mulai H-7 atau H-5. Namun kemarin, tanda-tanda keramaian mulai kelihatan. Untuk mengantisipasi lonjakan masyarakat yang memanfaatkan pegadaian untuk menitipkan barang dan menebus jumlah petugas juga ditambah. Kepala Pegadaian Purwokerto Ahmad Unadi SSos mengatakan, kenaikan itu hampir sama dengan Lebaran tahun lalu. Barang-barang yang dititipkan di antaranya seperti emas, sepada motor, elektronik dan barang rumah tangga. (J2,G22-55) Delapan PNS Kena Sanksi PURBALINGGA-Sebanyak 8 PNS Pemkab Purbalingga terkena sanksi. Ketua Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Subeno mengatakan,dua di antaranya diturunkan pangkatnya satu tingkat, karena terlibat penipuan dan tindakan indisipliner. Seorang ditunda kenaikan pangkatnya, karena tindakan menyalahgunakan wewenang. Satu orang lainnya diberhentikan dengan hormat karena kasus penipuan. Empat lainnya diberhentikan dengan tidak hormat karena indisipliner, menyalahgunakan wewenang, berselingkuh dan yang terberat kasus pembunuhan. PNS yang terlibat kasus pembunuhan itu saat ini sedang menjalani proses hukum.(F10-29) Flu Burung Serang Bojanegara BANJARNEGARA-Serangan flu burung terus berlanjut. Setelah Dusun Tempuran, Desa Sijenggung, Kecamatan Banjarmangu, akhir pekan lalu, kini menyerang ayam kampung di Desa Bojanegara, Kecamatan Sigaluh. Dua puluh satu ekor ayam kampung di desa tersebut mati mendadak sejak tiga hari lalu. Ayam yang mati milik tiga warga, yakni Saryadi, Supoyo, dan Ropiah, semua warga RT 01 RW 02. Kukuh, Kepala Desa Bojanegara mengatakan karena ketakutan bangkai ayam-ayam yang mati itu oleh warga ada yang langsung dibakar, ada juga yang dijadikan pakan ikan. Ayam-ayam lainnya yang masih hidup dijual ke pasar oleh pemiliknya. Peristiwa itu telah dilaporkan kepada petugas.(J3-27) Permintaan Minyak Tanah Melonjak PURBALINGGA-Menjelang Lebaran mendatang, diperkirakan permintaan minyak tanah oleh masyarakat di wilayah Purbalingga akan mengalami lonjakan. Hal itu seiring dengan semakin banyaknya masyarakat yang menggunakan bahan bakar itu. Demikian diungkapkan Bambang Sutrisno, Kasubid Pendayagunaan Teknologi Tepat Guna pada Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapermas) Kabupaten Purbalingga yang ditunjuk pemerintah untuk memantau bahan bakar minyak tanah ketika ditemui Suara Merdeka di ruang kerjanya, kemarin. Meskipun diperkirakan akan terjadi lonjakan, sambung dia, pihak Hiswana Migas telah memastikan stok bahan bakar ini masih mencukupi pada Lebaran. (wan-55) Kekurangan Lampu TL BANJARNEGARA-Peningkatan arus lalu lintas di kota-kota kecamatan dan Kota Banjarnegara belum diimbangi jumlah rambu, khususnya traffic light (TL). Terutama beberapa perempatan jalan yang kini makin padat lalu lintasnya sehingga berpotensi terjadi kecelakaan. ''Kami sudah mengajukan anggaran untuk keperluan itu, namun belum turun juga. Tahun depan akan kami usulkan kembali,'' kata Kepala DLLAJ Ir Supriyo, kemarin. Berdasarkan pendataan instansinya ada tiga perempatan dan pertigaan yang mendesak dipasangi lampu pengatur lalu lintas atau traffic light. Yakni, perempatan Wambing belakang Polres, perempatan Semampir, pertigaan Terminal Mrica, pertigaan Singomerto, dan perempatan Pasar Karangkobar.(H25-27) |