SUARA MERDEKA
 
INDEKS BANYUMAS Jumat, 28 September 2007

PURWOKERTO-Sebanyak 22 orang pengamen dan preman yang beroperasi di sejumlah pasar di Kota Purwokerto, kemarin, digaruk anggota Samapta Polres Banyumas. Keberadaan mereka dinilai sudah meresahkan para pedagang. Pada bulan puasa dan mendekati lebaran, jumlah mereka yang beraksi bertambah banyak.

PURWOKERTO-Pemkab Banyumas menyambut Lebaran tahun ini tetap tidak menyediakan lokasi pasar tiban untuk menampung para PKL. PKL yang biasa berjualan di Jalan Jenderal Soedirman (kompleks perempatan Pasar Wage) hanya akan dimaksimalkan.

SELAMA bulan Ramadan, orang menjadi lebih memperhitungkan amal baik lebih dari hari-hari biasa. Jika malam tiba, dihitung berapa kali sepanjang hari telah khilaf dalam bertutur-kata, atau berapa banyak hati dan pikiran tercemar dosa. Mayoritas keluarga juga lebih giat menghitung uang.

PURWOKERTO-Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi di jajaran Dinas Kesehatan Banyumas kemarin kembali digelar, setelah tertunda dua pekan. Agenda sidang pembelaan terdakwa mantan kepala Dinkes, dr Choerul Mufied. Sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Ari Jiwantoro.

PURWOKERTO-Koalisi Poros Rakyat (KPR) gabungan dari Partai Demokrat, PKS dan aliansi 12 partai nonparlemen kini terancam bubar. Padahal pimpinan koalisinya pekan depan berencana memutuskan satu calon yang akan diusung setelah masing-masing merumuskan calon.

PURWOKERTO- Walau sudah pernah ditangkap Polisi karena membuat mercon, Sunarko (45) ternyata tak jera. Warga Desa Kebanggan, Kecamatan Sumbang, Banyumas itu, Rabu (26/9) malam lalu kembali harus berurusan dengan jajaran Polres Banyumas.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA