logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 28 September 2007 SALA
Line

50 Persen Lampus Hias Rusak

SOLO- Hampir 50 persen kondisi lampu hias yang berada di jalan raya Kota Solo sudah rusak. Hal tersebut dikarenakan usia lampu yang sudah tua. Namun untuk memperbaikinya, juga tidak ada dana yang tersedia. Demikian dikatakan Kasubdin Pertamanan dan Penerangan Jalan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surakarta, Sri Wardani, saat ditemui di ruangannya, Kamis (27/9).

Menurutnya, selama ini belum ada anggaran dana khusus untuk perawatan dan perbaikan lampu hias. Anggaran yang ada hanyalah untuk perawatan dan perbaikan lampu penerangan jalan atau PJU. Jumlah anggaran tersebut per tahun Rp 373.433.000.

"Belum ada dana khusus untuk perawatan dan perbaikan lampu hias. Namun jika kerusakan itu masih bisa diperbaiki akan diupayakan, meskipun dengan cara mengambil dana dari anggaran PJU," katanya.

Menurut dia, hal tersebut bisa dimaklumi, mengingat lampu hias bukan merupakan kebutuhan utama, sehingga anggaran bisa dimaksimalkan untuk kebutuhan lain yang sifatnya penting dan mendesak.

Dia sendiri tidak tahu secara persis ada berapa lampu hias yang tersebar di Solo. Yang jelas, berapa pun itu kondisinya sudah banyak yang rusak, bahkan ada beberapa di antaranya diambil dan tidak diganti.

Kemarin malam, lanjut dia, ada sebuah lampu hias yang tiangnya terbuat dari galvanis atau anti karat di Gendengan, roboh. Selain kondisinya memang sudah tua, robohnya tiang lampu tersebut semata-mata dikarenakan beban lampu itu sudah berat, sehingga ketika tertiup angin, roboh.

Sudah Mati

Padahal, lampu hias jenis itu hanya ada tiga di Solo, bahkan satu di antaranya sudah mati, yakni di daerah Palang Joglo, Kadipiro. Sisanya di Jalan Yosodipuro dan di Gendengan. Dengan robohnya lampu di Gendengan, praktis tinggal satu saja yang masih hidup. "Jenis lampu seperti itu sangat susah mencarinya, bahkan suku cadangnya harus mencari ke luar kota, dan untuk mendapatkannya juga tidak murah," ujarnya.

Menurut dia, lampu tersebut merupakan proyek pada saat Wali Kota Slamet Suryanto dulu, namun dia tidak tahu secara rinci tentang hal tersebut. Sekali lagi dia mengatakan, hingga hari ini belum ada anggaran khusus untuk biaya perawatan dan perbaikan lampu hias. Sebab, fokus DKP untuk perawatan dan perbaikan PJU yang hingga saat ini jumlahnya di Solo mencapai 14.000 titik. (hr-42)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA