logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 28 September 2007 OLAHRAGA
Line

Jadwal TC Tahap Kedua Belum Pasti

SEMARANG- Hingga kemarin KONI Jateng belum memastikan kapan pelaksanaan training centre (TC) tahap kedua bagi cabang olahraga yang lolos PON 2008. Pasalnya, KONI belum mengetahui secara pasti anggaran untuk menggelar TC tersebut.

Hal itu diungkapkan Wakabid Binpres KONI Jateng Mugiyo Hartono di kantor KONI, kemarin. Dia mengatakan idealnya enam bulan menjelang PON, KONI harus menyelenggarakan pemusatan latihan bagi seluruh cabor jika dana memungkinkan.

"Kami belum bisa memberikan kepastian TC karena anggaran untuk tahun 2008 belum ditentukan. Jika anggaran memungkinkan, Januari tahun depan kita akan mulai TC. Paling apes tiga bulan menjelang PON TC harus bisa digelar," katanya.

Dia menjelaskan TC sangat penting terutama untuk mengatur strategi pencapaian medali di PON nanti. Pada TC tahap pertama, cabang-cabang olahraga (cabor) konsentrasi meloloskan atlet sebanyak-banyaknya, sedangkan untuk yang tahap kedua nanti benar-benar dipersiapkan untuk pencapaian medali.

Ditambahkannya, untuk menujang persiapan PON, beberapa cabang telah mengajukan try out ke luar negeri. Bagi KONI, upaya cabor tersebut akan didukung sepanjang berpotensi meraih medali.

"Beberapa cabang sudah mengajukan diri melakukan uji tanding ke luar negeri, seperti taekwondo, anggar, dan menembak. Kami akan mendukung mereka yang berpotensi meraih medali emas di PON nanti," katanya.

Pelatih Asing

Mugiyo menyebutkan beberapa cabang selain berkeinginan try out ke luar negeri, juga ingin mendatangkan pelatih asing. Intinya, kata dia, KONI akan memberi dukungan terhadap inisiatif cabang tersebut.

Sementara itu Sekum Pengda Wushu Indonesia Jateng, Sudarsono mengatakan, dari cabang wushu berencana mendatangkan pelatih asing. Pihaknya akan mendatangkan pelatih dari China. Ini mengingat prestasi Jateng yang tertinggal dari daerah lain. Di samping itu, sejumlah daerah juga telah memakai jasa pelatih dari China seperti DKI, Sumut, Jatim, Sumsel, dan Yogyakarta. Terbukti mereka juga mengalami peningkatan yang cukup pesat.

''Antara 4-6 bulan menjelang PON pelatih asing tersebut akan kita datangkan. Negoisasi saat ini sudah mulai kami lakukan,'' katanya.

Disinggung apakah optimistis waktu sesingkat itu bisa memberikan hasil maksimal, Sudarsono mengatakan memang itulah kemampuan yang ada.

''Sebenarnya kami sudah sejak dulu menginginkan pelatih China. Tapi budget yang ada tidak memenuhi. Semoga dengan waktu yang singkat itu hasilnya juga bagus,'' ujarnya. (H32-40)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA