logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 28 September 2007 NASIONAL
Line

Diamankan Ribuan Kaleng Daging Olahan Impor

  • Belum Bebas Penyakit Sapi Gila

SEMARANG- Ribuan kaleng daging olahan impor dari 4 kabupaten/ kota di Jateng berhasil diamankan oleh Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Langkah itu menyusul imbauan Badan POM RI mengenai pelarangan makanan olahan impor dari Malaysia, Filipina, China, dan Perancis.

Larangan tersebut dilakukan mengingat negara-negara tersebut kini ditetapkan belum bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK) serta masih tertular Bovine Spongiform Encephalopathy (BSE) atau lebih dikenal dengan penyakit sapi gila.

Di Semarang sendiri berhasil diamankan sebanyak 3.783 kaleng makanan olahan dalam razia yang berlangsung beberapa waktu lalu. Jumlah ini tertinggi dibanding Kota Surakarta (390 kaleng), Kabupaten Sukoharjo (119 kaleng), dan Kabupaten Wonosobo (8 kaleng).

''Kini tinggal menunggu klarifikasi keabsahan database nomer ML-nya, karena banyak nomor registrasi itu yang palsu. Untuk sementara produk tersebut diamankan,'' jelas Kepala Balai Besar POM di Semarang Drs Maringan Silitonga Apt MKes, Kamis (27/9).

Hasil klarifikasi dari salah satu BPOM yang sudah dikonfirmasi kebenarannya bahwa makanan yang boleh beredar hanya ada 9 jenis. Di antaranya Pork Luncheon Meat, Premium Ham Luncheon Meat, Stewed Pork Slices, dan Highway Ham Luncheon Meat, Pork Luncheon Meat Ma Ling, dan Spiced Pork Cubes dengan nomor register tertentu. ''Untuk hasil sitaan dari 4 kota di Jateng itu baru akan keluar 2-3 hari ke depan.''

Sementara produk daging sapi olahan yang berasal dari negara bermasalah dengan penyakit sapi gila seperti dari Eropa, USA, dan China akan dimusnahkan, kecuali Australia dan New Zealand yang kini sudah bebas BSE. Tiga produk tersebut adalah Great Wall Brand Corned Beef, Liberty Corned Beef, dan Beef Sausages in Brine. (J14-41)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA