logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 28 September 2007 NASIONAL
Line

Foto Pengantin Jadi Memori Rekan Sejawat

''PAK, tak kasih foto pengantin ini ya. Buat kenangan,'' ucap Suyatiningsih SH MM (47) sedikit manja beberapa hari lalu. Kepala Bidang Diklat Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Kebumen Wahib Tamam waktu itu belum ngeh.

Wahib, meski lebih muda, sehari-hari menjadi atasan Suyatiningsih. Hingga ditemukan tewas mengenaskan di kamar tidur Rabu petang lalu, wanita PNS asal Sokaraja Banyumas itu masih menjabat kepala sub bidang Diklat Teknis Fungsional BKDD Kebumen.

Wahib lah yang didapuk sebagai ketua panitia pada pernikahan kedua Suyatiningsih dengan Hendro Nugroho, seorang dosen di Univeritas Balikpapan Kalimantan, yang asal Kutosari, Kebumen. Saat itu Wahib dan rekan sejawat hendak membentuk panitia.

Namun Suyati tidak setuju. ''Ah, hanya resepsi kecil-kecilan, nggak usah pakai panitia,'' tukas perempuan berpostur agak gemuk dan suka berdandan tebal itu. Resepsi pada 11 Juni lalu, meski sederhana, tetaplah meriah. Bupati Rustriningsih dan Ny Nuryani Nashiruddin pun hadir.

Malahan dalam album besar di rumah duka Jl HM Sarbini di utara Stadion Chandradimuka Kebumen atau barat pertigaan Kawedusan itu, foto-foto pernikahan kedua dengan lelaki gagah itu masih tersimpan rapi. Khusus kepada Wahib, pejabat yang berpenampilan tenang itu, Suyatiningsih memberi foto kenangan.

''Saya tidak menyangka, foto pernikahan Bu Yati itu betul-betul kenangan,'' jelas Wahib dibenarkan beberapa rekan sejawat.

Batal Boyongan

Menurut Wahib, Jumat lalu Suyatiningsih izin lewat sms hendak ke Yogyakarta untuk membeli tiket. Sesuai rencana, wanita itu dan suaminya beserta keluarga besar akan boyongan ke Kalimantan. Bahkan surat-surat dinas proses kepindahan telah selesai.

Suyati berencana berangkat ke Kalimantan pada 23 Oktober. Namun dia mengabarkan, hari itu kehabisan tiket. Wanita itu disarankan menghubungi Sriwijaya Air. Belum sampai membeli tiket dan boyongan ke luar Jawa, maut telah menjemput.

Suyati memang tergolong perempuan bernyali. Itu setidaknya bisa dilihat saat dia masih bersuamikan Drs Edi Susetianto. Rumah gono-gini yang dibangun di Dukuh Klepubener, Desa Karangsar, itu tergolong masih sepi.

Dulu kanan-kiri rumah itu masih kosong atau belum ada rumah lain. Kini sudah ada bengkel dan toko aksesoris mobil di sampingnya. Juga ada kompleks perumahan. Namun sekitar empat-lima tahun lalu kawasan Jalan HM Sarbini di barat Kawedusan itu masih sepi.

Menurut Sukiman, ketua RT 06 RW I Desa Karangsari, suami Suyati yang dulu pun tetap mau ronda malam. Padahal, lokasi pos ronda dengan rumah itu lumayan jauh, sekitar 500 meter. Namun Suyatiningsih tidak takut ditinggal ronda suaminya. ''Tiap ronda, Pak Edi berangkat dan Bu Yati ditinggal sendiri di rumah,'' jelas Sukiman. (Komper Wardopo-60)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA