logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 28 September 2007 NASIONAL
Line

GEMA GEDUNG BERLIAN

KLB Polio dan Campak Jangan di Jateng

  • 256.659 Balita Target Imunisasi

MENYIMAK laporan Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng soal kejadian luar biasa (KLB) polio yang menyebar di 10 provinsi termasuk Jateng yang terjadi di Demak, Pati, Cilacap, dan Brebes, anggota DPRD Jateng meminta perlu segera dilakukan pencegahan. Pasalnya tanpa ada tindakan itu, akan membuktikan pemerintah tidak tanggap dengan persoalan kesehatan bagi calon penerus bangsa.

Anggota Komisi E Mahmud Mahfudz menyatakan, tidak hanya polio yang harus dicegah, virus campak pun harus mendapatkan perhatian serius. Campak atau bagi masyarakat Jateng dikenal dengan gabaken itu bisa mengakibatkan kematian bagi balita. ''Jateng harus segera mengikuti target pemerintah Indonesia agar 2008 harus bebas polio dan campak. Imunisai harus diberikan secara menyeluruh bagi balita maupun anak.''

Karena itu, dia berharap peran aktif dari unsur di Dinkes, mulai dari rumah sakit daerah (RSUD), puskesmas, bidan, sampai puskesmas keliling, dan tenaga medis yang harus secara berkala memantau perkembangan anak di daerahnya masing-masing. ''Kalau perlu sifatnya jemput bola. Secara periodik mendata di tiap kelurahan sampai RT, siapa anak yang belum dapatkan imunisasi polio dan campak,'' tandas anggota FPKS itu.

Hal senada diungkapkan anggota Komisi E Masruhan Syamsurie. Menurut dia, Dinkes juga perlu aktif menggiatkan kelompok-kelompok di masyarakat seperti tim penggerak PKK, Aisiyah sampai Muslimat NU.

''PKK jangan hanya mahir arisan saja, tetapi benar-benar dioptimalkan sebagai ujung tombak pelaksanaan imunisasi. Saya lihat sekarang ini PKK di kota-kota masih sekadar perkumpulan ibu-ibu saja,'' tutur Ketua FPPP.

Disebutkan, Indonesia pernah bebas polio dan campak. Setidaknya cara-cara yang pernah dilakukan pada Orde Baru itu bisa dicontoh. Masruhan juga meminta peran aktif masyarakat untuk mendukung suksesnya Jateng bebas dari polio dan campak.

Kepala Dinkes Jateng dokter Hartanto MMed Sc menyatakan, sebanyak 256.659 balita yang berada di 12 daerah akan mendapatkan prioritas percepatan peningkatan cakupan dan mutu program imunisasi. ''Harapannya 2008 tidak lagi ditemukan kasus polio dan campak di masyarakat. (Dicky Priyanto, Widodo Prasetyo-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA