logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 28 September 2007 NASIONAL
Line

Pembunuhan PNS BKDD Masih Gelap

  • Delapan Saksi Diperiksa

KEBUMEN- Hingga kemarin, Polres Kebumen belum menemukan titik terang dalam kasus terbunuhnya Suyatiningsih SH MM (47), kasubid Diklat Teknis Fungsional Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Kebumen.

Polisi telah meminta keterangan delapan saksi. Mulai dari bekas pembantu, rekan bisnis, rekan sejawat hingga mantan sopir. Namun belum ada petunjuk dari saksi-saksi itu yang mengarah ke pelaku pembunuhan sadis tersebut.

Polisi juga masih menutup tempat kejadian perkara (TKP) untuk umum maupun famili. Shalat jenazah dilakukan di halaman rumah korban di Jl HM Sarbini, Desa Karangsari, Kebumen. Petugas Satreskrim Polres dan tim gabungan melakukan olah TKP.

Kapolres Kebumen AKBP Drs Triwarno Atmojo didampingi Kasatreskrim AKP Kiswiyono SPd menyatakan, pihaknya terus mengumpulkan keterangan para saksi. Dari keterangan tiap saksi itu akan saling dirunut dan disinkronkan.

Diperoleh informasi awal, sejak Selasa (25/9) korban sulit dihubungi. Rekan sejawat yang menghubung nomor hp juga tidak bisa konek. Namun Kapolres optimistis, kasus kriminal tersebut akan terungkap. ''Kami butuh waktu untuk menyelidiki kasus ini,'' tandas mantan pengasuh taruna Akpol Semarang itu.

Mengenai lokasi yang masih diberi garis polisi, Kapolres menjelaskan hal itu sebagai upaya pengungkapan lewat olah TKP. Sebab, saat kejadian tidak ada orang lain di rumah tersebut. Apalagi, di dalam rumah diperkirakan tersimpan barang-barang berharga milik korban.

Itu juga sebagai upaya pengamanan agar sidik jari pelaku atau tersangka yang tertinggal di rumah tidak rusak. Tidak ada pintu atau jendela rusak. Dimungkinkan, pelaku lewat pintu yang tak terkunci dan kemungkinan sudah dikenal korban.

Dilepas Wakil Bupati

Kapolres menegaskan, sebagian besar anggotanya dikerahkan untuk melacak dan mengungkap kasus ini. Mereka disebar untuk menelusuri dan mengembangkan setiap informasi. Bisa saja pelaku memang orang sudah dikenal. Namun bisa pula orang lain atau penjahat degnan motif perampokan. ''Beberapa petunjuk sudah ada. Namun belum bisa saya beberkan,'' tandasnya.

Informasi yang masuk, beberapa malam sebelum kejadian diketahui ada mobil warna merah masuk halaman rumah. Ada pula yang menyebutkan, warga Kawedusan memergoki mobil Honda City hijau itu sudah berada di depan pintu dan akan keluar saat subuh.

Namun warga itu berhenti di depan rumah korban karena motornya mogok, mobil tersebut mundur lagi. Beberapa saat kemudian sedan itu meluncur ke arah barat. Juga ada informasi dari orang pintar ke polisi, mobil menuju barat.

Sementara itu, setelah jenazah tiba dari RSUP dr Sardijto Yogyakarta, sesaat disemayamkan di rumah duka untuk dishalatkan dan upacara pelepasan. Ikut shalat jenazah Wakil Bupati Kebumen KH M Nashiruddin. Para pejabat, rekan kerja, dan jajaran karyawan Pemkab Kebumen memenuhi halaman rumah duka untuk memberi penghormatan terakhir.

Suami Suyatiningsih, Hendro Nugroho, terlihat di antara para takziyah. Pria yang semula tegar itu akhirnya menangis melihat peti jenazah istrinya diturunkan dari ambulans. Namun ia tak mampu menjawab pertanyaan wartawan yang mencegatnya.

Sekitar pukul 14.50 jenazah diberangkatkan dari rumah duka ke pemakaman keluarga di Kedawung, Sokaraja Kulon, Banyumas. Wakil Bupati mewakili Pemkab mengaku kehilangan salah satu staf yang memiliki kinerja baik dan disiplin. (B3,J19-60)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA