logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 28 September 2007 MURIA
Line

WORO WORO

Dikemplang, Pengusaha Lapor Polisi

JEPARA - Masrun (47), perajin furnitur asal Desa Bandengan RT 20 RW 6 Kecamatan Jepara melaporkan seorang direktur sebuah perusahaan furnitur dari Semarang ke Polda Jateng. Hal itu terkait order barang senilai Rp 408 juta yang tak dibayar (dikemplang), sesuai kesepakatan waktu pembayaran. "Kami sudah menempuh jalur kekeluargaan bagaimana sebaiknya masalah ini bisa diselesaikan tanpa lewat proses hukum. Mengingat yang bersangkutan belum beriktikad untuk menyelesaikannya, maka kami lapor ke Polda," kata Masrun, kemarin.

AKP Iswanto dari Reskrim Polda Jateng saat dihubungi membenarkan laporan tersebut. "Kami sudah menahan tersangka. Namun tersangka saat ini sakit. Ia mengajukan penangguhan dan kami kabulkan. Penyidikan serius kami lakukan," jelasnya. Ia mengungkapkan, kasus serupa sering terjadi di Jepara. "Prinsip kami tetap ada tindakan tegas atas transaksi oleh pihak asing atau lokal yang merugikan perajin. Jadi ini bukan kasus yang pertama," imbuhnya. (H15-54)

Sumber Air di Sukolilo Kering

PATI- Masyarakat di kawasan Pegunungan Kendeng makin resah karena sumber air yang terus berkurang. Pada musim kemarau sekarang, sumber air semakin kering sementara kebutuhan air tidak pernah mandek. Keluhan tersebut diungkapkan sebagian besar masyarakat Dukuh Misek, Desa/Kecamatan Sukolilo yang mengandalkan sumber air dari pegunungan tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.

Salah seorang tokoh masyarakat, Sapari, mengatakan, berkurangnya sumber mata air di desanya dipengaruhi hutan yang semakin gundul dan pengaruh musim kemarau. "Sebelum 1998, hutan di kawasan Kendeng masih hijau, setelah itu mulai habis dibabat dan sekarang kekeringan," ungkap dia, kemarin.(fen-76)

Puskesmas Siaga 24 Jam

KUDUS - Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus akan menyiagakan puskesmas di jalur strategis untuk melayani arus mudik Lebaran. Tiga di antaranya yang akan dibuka selama 24 jam adalah Puskesmas Jekulo, Kaliwungu, dan Gribig.

Ketiga puskesmas itu dipilih dengan pertimbangan geografis. "Puskesmas Jekulo sangat strategis karena berada di jalur pantura. Sedangkan Puskesmas Gribig meski bukan jalur utama pantura, tapi merupakan salah satu jalur kendaraan yang padat di Kudus," kata Kabid Bina dan Pelayanan Masyarakat, Bambang Krismanu, Kamis (27/9).

Selain itu, DKK bekerja sama Polres Kudus untuk pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2007, dengan pembentukan Poskam (Pos Keamanan). Pihak Polres Kudus meminta bantuan tiga titik Poskam selama H-7 sampai dengan H+7. (son-36)

Pembakar Lahan Tebu Diamankan

REMBANG - Aparat kepolisian kemarin berhasil mengamankan tiga orang tersangka yang diduga membakar lahan tebu milik HSunari, di Desa Ngadem, Kecamatan Kota. Mereka yang ditangkap yakni Trimo bin Tarjo (37), warga Dukuh Ndangsapi, Desa Sekarsari, Kecamatan Sumber, Mudiono bin Lasno (40), warga Dukuh Dresan, Desa Sekarsari, dan, Sudadi bin Tarib (25).

Ketiganya ditangkap aparat di persembunyian masing-masing. Dari pemeriksaan terhadap tersangka, aparat kini memburu dua pelaku lainnya yang masih buron. Kapolres AKBP Teguh Pristiwanto, didampingi Kasatreskrim AKP Nyamin SH, kemarin, mengatakan, peristiwa pembakaran ladang tebu itu terjadi 15 September, lalu. Tersangka, katanya, melakukan pembakaran pada ladang tebu yang siap panen karena dipicu sakit hati terhadap Sunari. (H19-76)

Sumur Produksi PDAM Kurang

KUDUS - Jumlah sumur produksi yang dimiliki PDAM Kudus saat ini dinilai masih belum mencukupi. Untuk mengantisipasi peningkatan jumlah pelanggan, sumur produksi diharapkan dapat mencapai 40 buah. ''Tujuannya agar bisa melayani 25.000 pelanggan,'' kata Direktur PDAM, Bambang S, kemarin.

Sumur yang ada saat ini 25 buah. Sedangkan yang tengah dalam tahap penyelesaian satu unit. Sedangkan jumlah pelanggannya ada 17.000. ''Penambahan sumur produksi sekaligus untuk mengantisipasi kemungkinan berkurangnya air bersih yang dihasilkan,'' ungkapnya.

Hal tersebut, misalnya terjadi pada saat musim kemarau saat ini. Biasanya produksi satu unit sumur mencapai 10 liter per detik. Namun, saat musim kering seperti sekarang ini hanya mampu memproduksi delapan liter per detik.(H8-36)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA