| Jumat, 28 September 2007 | MURIA |
Istighotsah Tolak PLTN Undang Para HabibJEPARA - Istighotsah kubro positif akan digelar di lapangan Desa Balong, Kecamatan Kembang. Kegiatan itu akan digelar pada Sabtu (29/9) malam. Ribuan warga dan sejumlah habib akan menghadiri acara itu. "Istighotsah kubro ini kami gelar bersamaan dengan peringatan malam Nuzulul Quran," ujar Setyawan Sumedi, ketua Persatuan Masyarakat Balong (PMB), Kamis (27/9). Istighotsah kali ini diselenggarakan Koalisi Rakyat Tolak PLTN (Kraton). Pada awal Ramadan, kegiatan serupa digelar di masjid desa dan dihadiri Habib Farid dari Keling. PMB adalah bagian dari Kraton. "Istighotsah ini sebagai wujud sandaran kami kepada Allah bagaimana agar dihindarkan dari segala macam bentuk bencana," tandasnya. Gelar doa bersama di lapangan itu akan menjadi kegiatan pertama desa tersebut. Kekompakan warga itu semakin terasa sejak mereka secara bersama-sama melakukan gerakan penolakan terhadap rencana pembangunan PLTN Muria. Kekompakan Diuji Hanya kekompakan mereka akan diuji dengan proses pilkades di desa itu yang rencananya digelar pada 27 Oktober mendatang. Hingga pendaftaran akhir Senin lalu, terdapat lima calon, yaitu Sudadi, Dul Tholib, Ari, Suwanto, dan Nurhadi. Setyawan Sumedi telah diwacanakan akan maju dalam pilkades atas desakan warga. Namun, dia tidak mencalonkan diri. "Saya tidak mencalonkan diri karena pertimbangan masa depan gerakan warga," tandas dia. Pengelompokan masyarakat desa berpeluang terjadi pada pilkades, karena itu ia memilih tidak maju. Hingga saat ini rencana agar para calon petinggi menandatangani nota kesepakatan menolak PLTN masih kuat. Jika sudah ada pengesahan dari panitia pilkades, aspirasi warga itu diminta dilakukan di depan notaris oleh masing-masing calon. Hal itu untuk menyamakan visi antara warga dan petinggi desa dalam penolakan PLTN. (H15-69) |