logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 28 September 2007 MURIA
Line

Tiap Hari Produksi Rp 50 Juta

MENDENGARKAN pengakuan Suprapto (35), orang pasti menggeleng-gelengkan kepala. Pasalnya, alumnus salah satu sekolah menengah di Kota Kretek itu sebenarnya tidak punya latar belakang di bidang percetakan. Hanya saja, dia mempunyai otak encer dan kemampuan mencoba segala sesuatu. "Saya dulu memang sering juara di sekolah," ucapnya saat ditemui, kemarin.

Keinginan membuat upal didasarkan atas tekad memperbaiki nasib. Karena hal itu pula, dia yang pernah menghuni Lembaga Pemasyarakatan Pati karena mengedarkan upal, ingin mengulangi. "Saya belajar program Adobe dan Photoshop dari rental ke rental komputer," ujarnya.

Merasa mampu menduplikasi uang, berbekal modal Rp 12 juta, dia pun membeli seperangkat komputer, printer, dan alat cetaknya. Menurut pengakuannya, sudah enam bulan ini usaha itu ditekuninya.

"Saya belajar banyak dari Bogor, di sana banyak yang seperti itu," ucap dia.

Ayah satu anak itu menyatakan tidak setiap hari memproduksi upal. Jika ada pesanan, keahliannya itu digunakan. "Setiap hari produksi Rp 50 juta," tuturnya.

Menurutnya, upal tersebut kemungkinan sudah beredar di Kalimantan Selatan (Rp 15 juta) serta Wonosobo dan Cilacap (Rp 385 juta).

Untuk menutupi semua usahanya itu, dia mengaku kepada tetangga kiri kanannya sebagai pedagang tembakau. Selain itu, juga enggan membicarakan kehidupan sehari-harinya kepada orang lain.

"Biasanya saya bekerja saat orang-orang sibuk di tempat pekerjaan masing-masing," ungkapnya. (Anton WH-69)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA