| Jumat, 28 September 2007 | SEMARANG |
Waspadai Produk Kedaluwarsa di Kios TerminalSALATIGA- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Desperindag) Kota Salatiga mengkhawatirkan, sejumlah kios di Terminal Tingkir Salatiga, sebagai tempat buangan produk makanan kedaluwarsa. Diperkirakan hal itu dilakukan pemasok yang tidak bertanggungjawab, memanfaatkan kurang jelinya pedagang dan pembeli. ''Kami sudah melakukan pengawasan dan pemantauan terus menerus, agar pedagang di Terminal Tingkir sadar dan mengerti produk yang dijualnya kedaluwarsa atau tidak. Selama ini masih ada pedagang yang tidak tahu,'' kata Kabid Pengendalian dan Pengawasan Desperindag Drs Herry Budi didampingi Kabid Perdagangan Adi Setiarso SE, Rabu (27/9). Dia mengatakan hal itu saat acara buka puasa bersama Kantor Informasi dan Komunikasi Pemkot dengan wartawan. Kegiatan itu menghadirkan sejumlah narasumber dari Desperindag dan Dinas Perhubungan. Budi mengatakan, selama ini para pemasok makanan kedaluwarsa, memanfaatkan kesempatan menjual produk bermasalah itu di Terminal Tingkir. Apalagi pembeli produk tersebut, kebanyakan adalah para penumpang yang kebetulan singgah atau memanfaatkan jasa terminal sebelum pergi ke luar kota dan sebaliknya tiba dari kota lain. ''Kami berharap dengan adanya kegiatan operasi pengawasan yang telah dilakukan selama ini, pedagang mengerti dan tidak lagi menjual produk kedaluwarsa,'' ujar Budi. Diterangkannya, selama tahun 2007 Desperindag telah mengagendakan 36 kali kegiatan pengawasan barang-barang perdagangan, terutama makanan dan minuman di semua toko. Operasi yang telah digelar sejak awal September lalu sebanyak 22 kali dengan sasaran 194 toko besar dan toko kecil, termasuk PKL. Toko Kecil Dalam operasi tersebut, ditemukan produk makanan kemasan impor tidak menggunakan petunjuk bahasa Indonesia sebanyak tiga kasus (2 %), produk kemasan rusak dua kasus di toko kecil (1 %), produk kedaluwarsa sembilan kasus di toko kecil (5 %), dan produk dengan label tidak lengkap ada lima kasus di toko kecil (3 %). ''Kebanyakan produk bermasalah terjadi di toko-toko kecil. Sejumlah toko besar sudah menyadari larangan perdagangan produk makanan bermasalah,'' ujar Budi. Sementara itu menjelang Lebaran ini, Desperindag akan lebih gencar menggelar operasi produk kedaluwarsa. Sebab, momentum Lebaran juga dimanfaatkan pedagang dan pemasok tidak bertanggungjawab, menjual produk yang tidak layak konsumsi. (H2-16) |