| Jumat, 28 September 2007 | SEMARANG |
Polres Gelar Operasi SimpatikDitilang, Ratusan Pelanggar Mendapat Nasi BungkusUNGARAN - Jajaran Polres Semarang, Rabu (26/ 9) sore atau menjelang berbuka puasa menggelar operasi simpatik di jalan raya depan Kantor Bupati Semarang di Ungaran. Dalam kegiatan ini setidaknya ada 110 pelanggar terkena tilang karena kedapatan tidak membawa surat-surat kendaraan seperti STNK dan SIM. Ada beberapa di antaranya yang tidak mengenakan sabuk pengaman. Sementara itu sedikitnya 150 pengendara sepeda motor mendapat teguran yang bersifat nonyustisial. Teguran dari polisi dikarenakan pengendara tidak memakai spion kiri, lajur kiri, dan menyalakan lampu depan. Dari jumlah pelanggaran tersebut, 15 kendaraan ditahan di Mapolres Semarang karena tak membawa STNK. Kendati memberi sanksi dan tilang, Polres Semarang dalam Operasi Simpatik Zebra Candi 2007 ini juga menghadiahi pelanggar dengan sebungkus nasi. Kapolres Semarang AKBP Drs A Hafidh Yuhas pun melakukan buka bersama para pelanggar yang terkena tilang. Makan bersama itu dilakukan di halaman Benteng Ungaran. ''Sebanyak 15 sepeda motor ditahan karena tidak ada STNK. Tapi jika mereka bisa menunjukkan STNK, motor bisa diambil. Hingga siang ini tinggal beberapa yang belum diambil,'' kata Kapolres melalui Kasatlantas AKP Hamka MAP SH, kemarin. Hamka mengatakan, tujuan operasi tersebut adalah untuk cipta kondisi menjelang operasi ketupat candi mulai 6 Oktober hingga H+7 Lebaran mendatang. ''Saat operasi ketupat candi diharapkan nihil pelanggaran, sehingga tercipta kelancaran arus lalu lintas. Selain itu kecelakaan juga bisa ditekan semaksimal mungkin,'' papar Kasatlantas. Aksi Kriminal Kapolres Semarang juga menekankan kepada warga untuk menjaga diri dan waspada menjelang Hari Raya Idul Fitri ini. Pasalnya, mendekati hari besar tersebut, dimungkinkan banyak aksi kriminal. Masyarakat juga tidak perlu mengenakan perhiasan berlebihan saat berada di keramaian seperti di pasar atau mall. Sebab, hal itu akan mengundang kejahatan. ''Pembobolan ATM BNI Ambarawa pada 12 September lalu atau sehari menjelang bulan Ramadan merupakan salah satu bukti tindak kejahatan mendekati Lebaran,'' kata Hafidh Yuhas. Pihaknya menyiapkan 500 personel dalam menghadapi Ramadan serta arus mudik dan balik Lebaran. Personel tersebut disebar sejak di Taman Unyil (perbatasan kota dan kabupaten Semarang), perbatasan Salatiga, dan di Sumowono, perbatasan Kabupaten Semarang dengan Temanggung. ''Bengkel dan SPBU juga sudah dikoordinasikan agar bisa melayani pemudik dan warga kabupaten ini khususnya, dengan baik,'' harap Hafidh. (H14-16) |