| Jumat, 28 September 2007 | SEMARANG |
Angin Kencang, Nelayan Tak MelautKENDAL- Ratusan nelayan di Desa Sendangsikucing dan Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, Kendal, sejak beberapa hari ini memilih tidak melaut. Selain sulit memperoleh ikan, juga karena cuaca yang tidak menentu. ''Angin kencang yang muncul sejak beberapa hari terakhir menyebabkan ombak besar di laut. Daripada berisiko, sementara waktu para nelayan memilih tak pergi melaut,'' ungkap Asikin (44), pemilik perahu nelayan di Desa Gempolsewu, kemarin. Dengan cuaca seperti itu, imbuh dia, hanya perahu ukuran besar yang berani mencari ikan. ''Perahu-perahu ukuran sedang dan kecil seperti sopek dan wedung memilih istirahat. Untuk mengisi waktu, nelayan memperbaiki jala dan mesin perahu,'' katanya. Dia menuturkan, angin kencang di laut terjadi sejak Selasa (25/9) lalu. Hingga kemarin siang cuaca yang kurang bersahabat masih berlangsung. ''Kami sangat berharap cuaca kembali normal, sehingga nelayan bisa kembali bekerja,'' tuturnya. Meski tangkapan di laut cenderung sulit, lanjut dia, nelayan tetap melaut jika cuaca normal. ''Siapa tahu kami memperoleh tangkapan ikan lebih daripada biasanya, sehingga bisa membayar utang dan menabung untuk persiapan Lebaran nanti,'' ujarnya. Berharap Musim Udang Hal senada dikemukakan Edi Purwanto (39), nelayan Dukuh Tegalrejo, Desa Rowosari. ''Harga jual ikan hasil tangkapan di laut masih stabil dan tidak ada kenaikan. Misalnya, ikan tongkol Rp 9.000/kg, ikan rucah-rucah atau ikan campuran Rp 5.000-6.000/kg.'' Dia berharap segera memasuki musim udang agar bisa mendapatkan penghasilan lebih. ''Harga udang laut saat ini masih berkisar Rp 65.000-Rp 70.000/kg. Jelas harganya lebih tinggi daripada tangkapan laut yang lain,'' katanya. Beberapa hari lalu tiga nelayan dengan menggunakan perahu wedung berhasil memperoleh udang sebanyak delapan kilogram. Dengan hasil tersebut nelayan bisa mengantongi keuntungan cukup besar setelah dikurangi biaya melaut. Seperti, membeli minyak tanah dan solar untuk bahan bakar mesin perahu. ''Untuk sekali melaut dengan lama waktu sekitar lima jam, dibutuhkan bahan bakar minyak tanah 20 liter. Harga minyak tanah di sini Rp 2.700/liter.'' Pantauan di lapangan, embusan angin di kawasan pantai Sendangsikucing dan Gempolsewu sedikit mereda jika dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya. Kondisi ini mendorong sejumlah nelayan untuk berangkat melaut. (G15-37) |