| Jumat, 28 September 2007 | SEMARANG |
Sebagian Harga Kebutuhan Pokok TurunDEMAK- Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1428 H, harga bahan-bahan kebutuhan pokok di sejumlah pasar di Demak justru turun. Kondisi itu diperkirakan terjadi, karena masih sepinya masyarakat yang melakukan aksi borong. Semetara, stok di pedagang cukup banyak. Hal itu terungkap ketika Kepala Disperindag beserta staf memantau harga di pasar-pasar, kemarin. Pada minggu pertama Ramadan, beberapa kebutuhan pokok naik, seperti beras, minyak goreng, gula, dan daging. Namun, harga kembali turun pada minggu kedua Ramadan. Padahal, biasanya menjelang Lebaran sejumlah harga kebutuhan pokok naik. Seperti daging ayam potong yang semula Rp 15.500/kg turun menjadi Rp 15.000/kg, minyak goreng semula Rp 9.200/kg menjadi Rp 9.000/kg, gula pasir dari Rp 6.000/kg menjadi Rp 5.800/kg. Sedangkan harga beberapa barang lainnya tidak berubah, seperti daging ayam kampung Rp 28.000/kg, daging sapi Rp 45.000/kg, dan telor ayam Rp 10.000/kg. Sepi Pembeli Seorang pedagang kebutuhan pokok di Pasar Bintoro, Arifah mengatakan, selama seminggu terakhir terjadi penurunan jumlah pembeli. Sebenarnya pedagang mulai ancang-ancang menaikkan harga untuk menyesuaikan dengan kondisi pasar, tetapi karena sepi pembeli, mereka pun mengembalikan ke harga semula. ''Yang penting barang dagangan bisa laku,'' katanya.Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan H Camadi SH menjelaskan, penurunan harga kebutuhan pokok dipengaruhi oleh sepinya pembeli, di samping stok yang tersedia masih cukup banyak. Dia memprediksi akan terjadi kenaikan pada H-7 Lebaran. Sebab, pada hari-hari itu akan terjadi peningkatan jumlah pembeli untuk memenuhi kebutuhan menjelang Idul Fitri. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan agar tidak terjadi kenaikan harga yang terlalu tinggi, pihaknya akan menggelar pasar murah. Rencananya pasar murah diadakan di depan pendapa pada minggu terakhir sebelum Lebaran. (H1-37) |