| Jumat, 28 September 2007 | SEMARANG |
Bantuan Rp 10 Miliar untuk Petani Jarak Pagar Segera CairGROBOGAN- Bantuan senilai Rp 10 miliar dari pemerintah pusat untuk petani pengolah tanaman jarak pagar (jatropha curcas) Grobogan, diperkirakan segera cair menjelang Lebaran. Kepastian pencairan bantuan tersebut disampaikan langsung oleh Menneg BUMN Sofyan Djalil di sela-sela kunjungan singkatnya di Pabrik Pengolahan Jarak Pagar PT Enhill, Desa Tanjungharjo, Kecamatan Ngaringan, Kamis (27/9) siang. Turut mendampingi Menneg BUMN antara lain Wakil Direktur Utama Pertamina Arifin Takhyan, Direktur SDM Pertamina Sumarsono, serta sejumlah staf khusus Kementerian BUMN. Kedatangan rombongan disambut Asisten II Pemkab Pangkat Djoko Widodo, Direktur Utama Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Rama Prihandana, dan Direktur PT Enhill Hartono BS. Menneg BUMN menyampaikan bantuan yang dijanjikan akan dicairkan setelah sebelumnya dibicarakan dengan Pertamina. Hal ini terkait dengan keberadaan Pertamina yang nantinya akan menyalurkan bantuan itu kepada petani. ''Mumpung ada Pak Iin (Arifin Takhyan-Red) di sini, sekalian kami sampaikan bantuan akan segera dicairkan. Kami harapkan sebelum Lebaran sudah bisa turun,'' kata Sofyan Djalil. Upaya percepatan pemberian bantuan, ungkapnya, tidak lepas dari komitmen pemerintah untuk terus mencari energi alternatif yang bisa diperbaharui. Energi Alternatif Jarak pagar dianggap sebagai salah satu solusi di tengah kebuntuan mencari sumber energi alternatif di luar minyak bumi. Selain itu, tanaman yang bisa hidup di daerah tandus dan berkapur ini mempunyai kemampuan menyerap air sedemikian tinggi. Kemampuan itu, menurut Sofyan, bisa dimanfaatkan sekaligus untuk melakukan konservasi lingkungan di sekitar kawasan yang ditumbuhi jarak pagar. Direktur RNI Rama Prihandana mengatakan, manfaat jarak pagar sebagai energi altenatif sedemikian besar. Tanaman itu nantinya bisa diolah menjadi crude jatropha oil, pure plantation oil , dan deguming oil yang bisa dipakai untuk menggantikan minyak tanah dan solar. Asisten II Pangkat Djoko Widodo mengemukakan, telah ada 15 kelompok tani pengolah tanaman jarak pagar di Kabupaten Grobogan. Setiap kelompok tani mengelola tanaman jarak di lahan seluas 300 hektare. (H41-37) |