logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 28 September 2007 SEMARANG
Line

Empat Jalur Alternatif di Demak

DEMAK- Untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran, Polres Demak memasang sejumlah rambu lalu lintas di sepanjang jalur pantura. Di antaranya rambu yang menunjukan jalan-jalan alternatif apabila terjadi kemacetan.

Beberapa rambu yang sudah terlihat usang diganti dan mulai disiapkan posko Lebaran pada enam tempat, yakni Sayung, Onggorawe, Demak Kota, Trengguli, Karanganyar, dan Mranggen. Semua posko menyediakan tempat istirahat bagi pemudik dan yang kelelahan. ''Jadi, kalau lelah atau mengantuk sebaiknya beristirahat di posko atau tempat-tempat lainnya. Jangan sampai memaksakan diri, karena risikonya tinggi,'' tutur Kapolres Demak AKBP Eko Indra Heri.

Menurut dia, jalan raya pantura Demak sepanjang 35 kilometer itu sebagian besar lurus, tidak ada tikungan terutama dari Semarang-Demak dan Demak-Kudus. Biasanya jalan seperti itu memicu pengguna jalan untuk menambah kecepatan. Karena itu, ia mengimbau kepada pemudik untuk tidak mengemudikan kendaraan dengan kecepatan tinggi. ''Pikirkan bahwa mudik itu untuk bertemu saudara di kampung, sehingga lebih baik hati-hati dan waspada di jalan,'' katanya.

Penyempitan

Dia menambahkan, ada empat jalur alternatif dan satu ruas penyempitan. Jalan menyempit terdapat di Karanganyar, perbatasan Kudus hingga Gajah. Di situ cukup rawan terjadi kemacetan, terutama jika ada kecelakaan.

Kalau terjadi hal demikian, arus kendaraan dari Semarang dan Kudus dapat menempuh jalur alternatif di pertigaan Trengguli yang mengarah ke Jepada dan Kudus. Jalur alternatif lainnya berada di jalan lingkar selatan Demak Kota yang melalui Dempet hingga Purwodadi, kemudian di pertigaan Pasar Buyaran-Karangawen dan Onggorawe-Mranggen. Jalur alternatif tersebut kondisinya cukup baik, karena sebagian terbangun dengan konstruksi beton bertulang.

Sementara titik rawan kemacetan berada di depan ekspasar Bintoro, karena ada pasar tumpah. Sejumlah pedagang ekspasar yang terbakar akhir tahun lalu itu, berjualan di tepi Jl Sultan Fatah dan Jl Pemuda yang termasuk jalur utama pantura melalui kota. ''Karena itu, sebaiknya pemudik yang menggunakan kendaraan roda empat melalui jalan lingkar selatan Demak Kota.''

Sedangkan potensi kemacetan terdapat di Pasar Sayung yang biasanya padat penyeberang jalan. Demikian pula di Pasar Mranggen dan Pasar Karangawen. Dari pantauan di jalur pantura, belum menunjukkan adanya peningkatan arus. Diperkirakan kepadatan mulai terjadi pada H-7 Lebaran. (H1-37)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA