| Jumat, 28 September 2007 | SEMARANG |
Johannes Hutabarat Dekan FPIK UndipSEMARANG- Rektor Undip Prof Dr dokter Susilo Wibowo MS Med SpAnd melantik Prof Dr Ir Johannes Hutabarat MSc sebagai Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Undip periode 2007-2011, di Hall Rektorat, Kampus Undip Tembalang, Kamis (27/9). Susilo berharap FPIK lebih proaktif untuk memasarkan keunggulan fakultas itu ke masyarakat. ''FPIK harus digarap lebih baik agar banyak orang tertarik untuk menuntut ilmu di sana.'' Bagi Johannes, adalah kali kedua ia menjabat sebagai dekan di fakultas itu. Kepada Suara Merdeka, Johannes mengatakan bahwa ke depan, pihaknya ingin mengembangkan dan mengoptimalisasikan SDM dan keahlian pada berbagai program studi yang ada di fakultasnya. Antara lain, Budidaya Perikanan, Manajemen Sumber Daya Perairan, Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan, Teknik Hasil Perikanan. ''Adapun untuk ilmu kelautan, yang akan dikembangkan adalah Oseanografi.'' Pihaknya yakin, banyak yang dapat dilakukan FPIK di sektor perikanan dan kelautan. Pasalnya, kedua sektor itu memiliki potensi besar bagi pertumbuhan perekonomian nasional karena devisa yang dihasilkan sangat besar. Johannes bertekad akan meluluskan para wisudawan yang andal, sesuai kebutuhan masyarakat dengan mengoptimalkan SDM dan keahlian yang ada. Berbagai kerja sama dilakukan FPIK dengan berbagai pihak demi meningkatkan kualitas. ''29 September -3 Oktober, saya dan Rektor akan berangkat ke Bremen,Jerman untuk mengikuti workshop pendidikan dan pengembangan perikanan dan kelautan. Kami memenuhi undangan Center for Marine Tropical Ecology dan Kedubes RI untuk Jerman.'' FPIK, sambung dia, telah dan sedang menjalin kerja sama baik untuk riset, seminar, workshop, double degree, maupun pertukaran mahasiswa/staf/dosen, dengan berbagai universitas di dunia seperti Tokyo University Marine Science and Technology, Pukyong National University, Busan Korea, Queensland University, Australia, dan UniversitÈ de Bretagne Occidentale (UBO)-Brest, UniversitÈ de la Rochelle (ULR)-La Rochelle, UniversitÈ de Nantes, Prancis. ''Saat ini, kami menjajaki kerja sama dengan University of Wageningen, Belanda.'' Adapun di dalam negeri, fakultasnya juga bekerja sama dengan Provinsi Bangka Belitung, Kabupaten Belitung Timur, Rembang, Purworejo, serta Freeport. FPIK Undip, imbuh dia, juga berpartisipasi bagi rehabilitasi pascatsunami pada sektor perikanan dan kelautan di Aceh. Disinggung mengenai aksi protes di fakultas tersebut pada pemilihan dekan belum lama ini, Johannes berharap civitas akademika FPIK Undip tidak lagi mempermasalahkan hal itu. Terpenting menciptakan kerja sama harmonis untuk memajukan fakultas. (H11-56) |