| Jumat, 28 September 2007 | SEMARANG |
Melawan Petugas, Pelanggar Lalin DiamankanSEMARANG- Salah seorang pengendara sepeda motor diamankan Satuan Lalu Lintas Polwiltabes Semarang dalam Operasi Candi Zebra yang berlangsung di Jl Letjen Suprapto, tepatnya di depan Gereja Blendug, Semarang, Rabu (26/9) sekitar pukul 00.30. Sebab pria yang mengaku bernama Habib Ali Fahmi Assegaff (32) itu menantang petugas berkelahi. Selain itu, warga RT 4 RW 5, Perbalan, Semarang Utara itu, juga menolak menunjukkan surat-surat kelengkapan kendaraan dan identitas diri. ''Saya adalah seorang Habib. Jangan ganggu, saya tidak takut polisi!'' kata Kasat Lantas Polwiltabes Semarang, AKBP Drs Agus Suryo Nugroho SH, menirukan ucapan laki-laki tersebut. Petugas yang hendak memeriksa surat-surat kendaraan pun mengalami kesulitan. Sebab, pengendara motor itu menolak untuk diajak berkomunikasi. ''Ketika ditanya surat-suratnya, dia (pelanggar-red) malah menantang berkelahi. Beruntung petugas di lapangan masih bersabar dan menahan diri. Selanjutnya, kami menghubungi petugas SPK (Sentra Pelayanan Kepolisian-Red) Mapolwiltabes untuk memeriksa pelaku,'' terang Agus. Dari hasil pemeriksaan, pengendara tidak bisa menunjukkan surat-surat kendaraan serta identitas diri. Selanjutnya, pria itu dibawa ke SPK untuk diperiksa. Sepeda motor yang dikendarai, Honda Grand H-6695-Y, juga diamankan petugas. Pelanggar juga diminta membuat surat permohonan maaf secara tertulis yang berisi tidak akan mengulangi lagi perbuatannya. Ratusan Pelanggar Sementara itu, 121 pengendara sepeda motor terjaring dalam razia tersebut. Agus menerangkan, razia itu untuk menciptakan suasana lebaran yang tertib dan kondusif. Sebelumnya, polisi telah melakukan beberapa kebijakan yang sifatnya imbauan edukatif, pendidikan masyarakat (dikmas), dan penindakan pelanggar lalu lintas (dakgarlantas). "Makanya sekarang kami akan bersikap tegas bagi pelanggar," tandas Agus Suryo didampingi Kaur Bin Ops Satlantas Polwiltabes Semarang AKP Yudhi . (H40,H23-62) |