logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 28 September 2007 SEMARANG
Line

Berkah Obrolan Sahur Ramadan

Pasien seperti Berada di Hotel

TAK hanya hotel yang membutuhkan marketing untuk promosi, tapi rumah sakit pun demikian. Meski sama-sama menawarkan fasilitas kamar, namun rumah sakit lebih cenderung menawarkan pengobatan. Kondisi persaingan usaha di bidang pelayanan kesehatan yang semakin tajam di era globalisasi dewasa ini, membuat para pengelola rumah sakit dituntut terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Nana Noviada Kwartawati SE MM, Manager Humas dan Marketing RS Telogorejo dalam acara "Berkah Obrolan Sahur Ramadan 1428 H", Kamis (27/9), di lobi Hotel Ciputra Semarang mengatakan, memasarkan rumah sakit tak ubahnya memasarkan sebuah hotel.

"Di rumah sakit juga ada paket hemat, brosur-brosur, homepage, dan ada pula kerja sama dengan perusahaan mitra. Bila ada karyawan perusahaan yang sakit bisa langsung ke rumah sakit, dan membayar belakangan," jelas Nana dalam acara yang dipandu host dari Suara Sakti, Bimo dan dimoderatori oleh Ery Suganda ini.

Lebih lanjut dia mengatakan, selama ini telah terjadi perubahan kharakteristik pada lingkungan rumah sakit akibat pergeseran status sosial maupun ekonomi masyarakat. Padahal, bila rumah sakit dapat terus berkembang perlu upaya pola menciptakan kepuasan dan kesetiaan bagi pelanggannya. "Ukuran kepuasan pelanggan, erat kaitannya dengan mutu pelayanan. Karena itu, perbaikan kualitas pelayanan kesehatan menjadi kebutuhan paling mendasar saat ini," papar dia.

Menurutnya, marketing di sebuah rumah sakit juga berfungsi sebagai humas. Pelanggan adalah utama. Dengan memberi fasilitas yang nyaman, pasien dibuat betah seperti di rumah sendiri. Jika di hotel ada troli untuk barang, rumah sakitpun juga tak mau kalah. Ada doorman atau troli yang membawakan barang-barang pasien dan keluarganya, serta para penjenguk yang membawa barang-barang atau buah tangan. "Jadi, pasien tidak perlu angkat-angkat," imbuhnya dalam acara yang didukung Djarum Super, Telkom Flexi, Wawasan, Mandiri Prioritas, dan Garuda Indonesia.

Rumah sakit pada November nanti genap berusia 56 tahun dan memiliki unggulan dalam pelayanan jantung di Telogorejo Heart Centre ini, didukung sekitar 250 dokter mitra yang akan melayani pasien.

Ia menambahkan, pelayanan RS Telogorejo dibuat senyaman mungkin seperti di hotel. Semua sumber daya manusia (SDM) dibenahi untuk menghasilkan service excellent. "Perubahan dilakukan total, yaitu fisik dan nonfisik. Dari segi fisik, ruang tunggu poli umum diperluas agar pasien merasa nyaman ketika menunggu dokter," jelas dia dalam acara yang mendapat tanggapan positif dari masyarakat. Diantaranya lewat puluhan SMS di (024) 70400550 dan telepon interaktif (024) 84471 54. (Fani Ayudea-56)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA