| Jumat, 28 September 2007 | KEDU & DIY |
Unjuk Rasa ISI Salah Sasaran
YOGYAKARTA - Jajaran Dinas Pendidikan DIY di Jalan Cendana, Yogyakarta kebingungan setelah menjadi sasaran demonstrasi sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa untuk ISI. Sebab aksi demonstran terkait kasus DO terhadap mahasiswa yang melewati batas masa studi itu salah sasaran. Kepala Dinas, Sugito berkali-kali menyatakan pihaknya tidak terkait dengan ISI. Meski demikian, mahasiswa masih terus menjalankan aksinya. "Saya ini hanya mengurusi play group, TK, SMA, serta lembaga pendidikan lain yang tidak terkaitan dengan ISI. Yang mengurusi ISI itu Dirjen Dikti bukan dinas," ujar dia di depan para demonstran yang kemudian terlihat kebingungan pula, Kemarin. Namun karena sudah kepalang basah, mereka tetap melanjutkan demo dan berorasi. Koordinator aksi, Sunjoto mengungkapkan, beberapa waktu terakhir ini ada upaya mengebiri hak-hak mahasiswa ISI dengan pembatasan masa studi selama 14 semester. "Lewat SK Rektor No 1029/K14.12.1/PP/2007 tentang pembatasan masa studi, hak-hak mahasiswa telah dirampas sehingga membawa derita begitu mendalam. Ini merupakan mimpi buruk bagi masa depan bangsa," tandasnya. Bukan hanya itu, dia mempersoalkan tindak represif kampus. Kondisi seperti ini juga terjadi di berbagai kampus sebagai dampak komersialisasi pendidikan, perselingkungan kapitalisme, dan imperialisme. Sebelum mengakhiri demo, Sunjoto menegaskan tuntutan mereka, mencabut SK Rektor dan tidak dimasukannya cuti dalam masa studi. (D19-72) |