logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 28 September 2007 INTERNASIONAL
Line

LINTAS JAGAT

Iran Perkuat Hubungan

LA PAZ - Dikecam para pemimpin dunia atas ambisi nuklirnya, tidak membuat Presiden Mahmoud Ahmadinejad terkucil. Pemimpin Iran itu masih memiliki teman di Amerika Selatan yang berhaluan kiri. Pasalnya, negara-negara tersebut merangkulnya sebagai mitra perdagangan dan energi, serta imbangan berat bagi pengaruh Amerika Serikat.

Setelah menyampaikan pidato di Majelis Umum PBB, Ahmadinejad, kemarin, bertolak ke Bolivia untuk menjalin hubungan diplomatik pertama dengan negara Andean itu.

Dia dan Presiden Evo Morales diperkirakan menandatangani kesepakatan. Menurut para pejabat Bolivia, kesepakatan itu bisa membantu mereka meningkatkan cadangan gas alam terbesar kedua di benua itu setelah Venezuela, dan membangkitkan investasi pertanian yang sangat diperlukan negara itu.

Ahmadinejad kemudian menuju Karakas untuk bertemu Presiden Venezuela Hugo Chavez. Chavez membela klaim Iran bahwa program nuklirnya untuk tujuan damai. Kunjungan presiden Iran ke Amerika Selatan itu menegaskan hubungan kuatnya dengan negara-negara di kawasan itu, yang juga mencakup Nikaragua dan Ekuador, meski Amerika serikat berusaha mengisolasikannya secara internasional.(ap-niek-26)

Perundingan Nuklir Dimulai

BEIJING - Utusan Amerika Serikat penuh harapan dan mitranya dari Korea Selatan hati-hati saat delegasi dari enam negara memulai perundingan di Beijing, kemarin. Perundingan itu dimaksudkan untuk membongkar program nuklir Korea Utara.

Berdasarkan kesepakatan yang dicapai 13 Februari lalu, Pyongyang harus membekukan fasilitas atom dan membeberkan seluruh program nuklirnya. Sebagai imbalan, negara komunis yang miskin itu akan menerima 950.000 ton bahan bakar atau bantuan setara jumlah itu.

Juru runding AS Christopher Hill berunding dengan delegasi Korea Utara setelah mengadakan jamuan makan malam bersama mereka, Rabu lalu.

''Saya ingin menindaklanjuti beberapa isu yang belum terselesaikan Rabu malam dan saya hendak melakukannya dalam suasana yang lebih enak,'' jelasnya kepada wartawan. Ditanya apakah ada berbedaan besar antara kedua pihak, dia mengatakan, ''Kami punya tim pakar yang akan bertolak ke Korea Utara. Mereka membawa beberapa ide. Kami ingin berbuat banyak, sebaliknya DPRK (Korut) suka bertyindak lebih sedikit. Kami ingin mencari jalan tengahnya.''(rtr-niek-26)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA