logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 28 September 2007 EKONOMI
Line

Tol Semarang-Solo Terpanjang di Jawa (2-Habis)

Ekonomi Mulai Menggeliat di Simpul Pertumbuhan

PEMBANGUNAN tol Semarang-Solo sepanjang 76 km diperkirakan menghabiskan Rp 6,13 triliun. Proyek kolaborasi antara PT Jasa Marga dan PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT) - melebur menjadi PT Trans Marga Jateng (TMG) - kini sedang berkonsentrasi bisa menyelesaikannya tahun 2009.

Jasa Marga menanggung pembiayaan 60% yang akan didukung tiga bank nasional yakni Bank Mandiri (Rp 1,8 triliun), BNI (Rp 1,6 triliun) dan BRI (Rp 1,2 triliun). BUMN ini kini juga berencana go public yang dananya antara lain untuk membiayai tol terpanjang di Jawa dan Indonesia itu.

Sementara sumber pendanaan yang ditanggung SPJT berasal dari Pemprov Jateng (40% dari total yang ditanggung SPJT), sisanya dari kabupaten/kota yang terlewati, dan investasi pihak lain.

Pembangunan jalan tol itu akan melewati Kota Semarang, yang mencakup Kecamatan Banyumanik dan Tembalang. Kabupaten Semarang yaitu Kecamatan Ungaran, Bergas, Pringapus, Bawen, Tuntang, Pabelan, Tengaran, Suruh, Susukan, dan Kaliwungu. Kota Salatiga yaitu Kecamatan Sidorejo dan Tingkir. Kabupaten Boyolali meliputi Kecamatan Ampel, Boyolali, Mojosongo, Teras, dan Banyudono. Kabupaten Karanganyar yaitu Kecamatan Colomadu. Kabupaten Sukoharjo adalah Kecamatan Kartasura.

Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, menegaskan tidak akan memberi subsidi dari APBN kepada pembangunan 13 ruas tol, termasuk Semarang-Solo. Pemerintah baru akan memberikan subsidi apabila ruas tol tersebut tidak layak secara finansial tetapi jika dibangun memberi kontribusi besar pada perekonomian.

Menurut Dirut Jasa Marga, Frans Setyaki Sunito, pembangunan tol Semarang-Solo, seperti terjadi di semua ruas, akan memacu peningkatan kegiatan sosial-ekonomi di simpul-simpul pusat pertumbuhan.

Hal itu sudah terlihat pada penjualan truk dan mobil di Jawa Tengah awal 2007 ini kian menunjukkan peningkatan. Walaupun tahun lalu penjualan kendaraan jenis itu sempat anjlok hingga 50 persen, menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak yang mencapai dua kali lipat, kini penjualannya makin melaju.

Menurut Operation Manager PT Toyota Nasmoco Wilayah Jateng Selatan, Moris T Situmorang, hal itu terkait dengan rencana pembuatan tol Semarang-Solo. ''Ini mengindikasikan sektor riil di wilayah Jateng selatan membaik. Faktor pendorong utamanya jalan tol Semarang-Solo,'' ucapnya.

Saat ini proses tender kontraktor untuk pengerjaan konstruksi Tol Semarang-Solo pada ruas Tol Semarang-Bawen sedang berlangsung. ''Hingga kini untuk urusan kontraktornya masih dalam proses tender,'' kata Sekretaris Perusahaan Jasa Marga, Okke Marlena. (Wahyu Atmaji-59)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA