| Jumat, 28 September 2007 | EKONOMI |
Porsi Asing di SBI Naik TajamJAKARTA-Porsi kepemilikan investor asing terhadap Surat Utang Negara (SUN) dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) pada triwulan II-2007 meningkat hampir dua kali lipat. Posisi SUN dan SBI yang dimiliki investor asing pada akhir triwulan II-2007 masing-masing mencapai Rp 81,8 triliun dan Rp 38 triliun. Hal tersebut disampaikan Direktur Direktorat Statistik Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI) Triyono Widodo dalam jumpa pers mengenai Laporan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) triwulan II-2007, di Gedung BI, Jalan Thamrin, Jakarta (27/9). "Jumlah ini meningkat dari posisi akhir triwulan I-2007 yang masing-masing sebesar Rp 63,6 triliun (SUN) dan Rp 19,4 triliun (SBI)," tuturnya. Triyono menambahkan pada triwulan II-2007, sektor publik mencatat peningkatan transaksi finansial yang sangat signifikan, dari defisit 2 miliar dolar AS menjadi surplus 2,3 miliar dolar AS. "Hal ini disebabkan oleh tingginya surplus investasi portofolio berupa pembelian SUN dan SBI oleh asing yang sangat signifikan," paparnya. Dalam Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) hingga akhir triwulan II-2007, aliran masuk investasi jangka panjang mengalami peningkatan signifikan yaitu sebesar 42,8 persen. Cadangan Devisa Triyono menuturkan peningkatan terutama terjadi pada inflow sektor nonmigas yang naik tajam sekitar 84,3 persen, sedang migas meningkat 9,3 persen, kenaikan PMA ini didorong oleh meningkatnya keuntungan perusahaan PMA yang ditanamkan kembali. "Dengan perkembangan NPI tersebut, cadangan devisa kita pada akhir triwulan II-2007 mencapai 50,9 miliar dolar AS atau lebih tinggi sekitar 3,7 miliar dolar AS (7,8 persen) dibanding posisi akhir triwulan I-2007 yang sebesar 47,2 miliar dolar AS," jelasnya. Selain mencatat surplus pada transaksi pembayaran, derasnya arus modal masuk ke Indonesia dalam bentuk investasi portofolio sepanjang triwulan II-2007 telah mendorong terjadinya surplus pada transaksi modal dan finansial sebesar 2,1 miliar dolar AS. Angka ini mengalami kenaikan cukup tinggi jika dibandingkan dengan surplus pada periode yang sama tahun 2006 sebesar 25 juta dolar AS. "Pada triwulan II-2007, sektor publik mencatat peningkatan transaksi finansial yang sangat signifikan, dari defisit 2 miliar dolar AS menjadi surplus 2,3 miliar dolar AS. Ini disebabkan oleh tingginya surplus investasi portofolio berupa pembelian SUN dan SBI oleh asing yang sangat signifikan." (J10-59) |