logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 28 September 2007 BUDAYA
Line

Memaknai Ramadan Bersama Raihan

Kumengharap Ramadan kali ini penuh makna/Agar dapat kulalui penuh sempurna/Selangkah demi selangkah/Dengan rahmat-Mu oh Tuhanku/Kutempuh jua. SYAIR nasyid yang dibawakan Raihan begitu menyentuh kalbu. Dengan nada yang pelan, sebuah dendang pengharapan ini terdengar syahdu. Sebagaimana lirik-lirik lagu munsyid asal Malaysia itu, Raihan berupaya menggugah hati para pendengarnya dengan kata-kata yang sederhana namun bermakna. Nasyid dikenal sebagai lagu yang memiliki karakteristik khas bernuansa religi dengan pesan-pesan dakwah atau puji-pujian kepada Allah dan Rasulullah Muhammad SAW.

Sebagaimana lagu pop, nasyid juga mengenal tren musik. Karenanya, nasyid Raihan ini pun juga dipengaruhi beberapa aliran musik, tanpa meninggalkan esensinya sebagai sarana penyampaian pesan. Salah satunya terdengar pada lagu bertitel "Harapan Ramadhan" tersebut yang juga diiringi oleh band dengan peralatan musik lengkap plus vokal keempat motor Raihan.

Kelompok vokal yang terdiri atas Abu Bakar Md Yatim, Che Amran Idris, Amran Ibrahim, dan Zulfadli Mustaza itu tampil dengan busana serbahitam di Plaza Masjid Agung Jateng, Rabu (26/9) malam. Mereka disambut hangat para penggemarnya dalam panggung bertajuk "Tabligh Akbar Ramadhan, Nikmatnya Tak Tergantikan".

Meski setahun terakhir kelompok nasyid yang juga mengalami bongkar pasang personel ini tidak mengeluarkan album baru, penggemarnya tetap tidak ingin melewatkan perjumpaan dengan mereka. "Alhamdulillah, Ramadan tahun ini kami masih mendapat undangan di berbagai tempat di kancah internasional, termasuk Indonesia," kata Che Amran Idris saat ditemui di balik panggung.

Dalam tabligh akbar tersebut, juga hadir Ustad Ahmad Alhabsyi sebagai penyampai tausiyah. Pesan-pesan yang disampaikan menyambung tema-tema lagu Raihan, yakni selalu ingat kepada Allah dengan rajin berdoa.

Saat tampil, Raihan masih mengandalkan lagu-lagu terdahulunya, seperti tembang "Ash Sholatullah Salam" yang membuka aksi panggung mereka dengan acapela ceria. (Moh Anhar, Rukardi-45)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA