logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 28 September 2007 BANYUMAS
Line

PKL Tidak Disediakan Pasar Tiban

  • Pemkab Maksimalkan Jalan Soedirman

PURWOKERTO-Pemkab Banyumas menyambut Lebaran tahun ini tetap tidak menyediakan lokasi pasar tiban untuk menampung para PKL. PKL yang biasa berjualan di Jalan Jenderal Soedirman (kompleks perempatan Pasar Wage) hanya akan dimaksimalkan. Mereka akan berjualan di sepanjang trotoar mulai perempatan Pasar Wage hingga perempatan Srimaya.

Hal itu diungkapkan Bupati HM Aris Setiono saat memimpin rapat koordinasi persiapan menyambut arus mudik dan balik Lebaran, Natal dan Tahun Baru di ruang Graha Satria, kemarin. Hadir dari unsur Muspida dan dinas serta instasni terkait.

Terkait pasar tiban Bupati mengatakan, alasan Pemkab tidak menyediakan lokasi pasar tiban di Jl DI Panjahitan karena berdasar hasil evaluasi, lokasi tersebut dinilai tidak menguntungkan pihak lain. Terutama warga dan pemilik ruko di sepanjang jalan tersebut.

''Bisa menggunakan trotoar yang penting tetap menyisakan untuk pejalan kaki. Meski trotoar itu sesuai aturannya untuk pejalan kaki tapi kalau masih bisa menyisakan jalan setapak tetap bisa memenuhi ketentuan. Yang penting PKL-nya mau diatur,'' katanya.

Kabid PKL Dinas Koperasi dan UKM, Nur Sigit mengatakan, karena tidak ada lokasi pasar tiban, diupayakan jam jualan bisa ditambah. Kalau semula jualan dari pukul 8.00-16.00, kemungkinan bisa sampai malam.''Tapi ini masih harus dirapatkan,'' katanya.

Perlintas KA

Saat menjelang Lebaran jumlah PKL bisa mencapai 200 orang. Kebanyakan menempati trotoar bagian utara dari perempatan Pasar Wage hingga Perempatan Srimaya. Mereka mulai padat biasa mulai H-10 maupun H-7. Berjualan hingga H-1. ''Kebijakan tidak ada lokasi pasar tiban bagi PKL itu sudah berlangsung tiga tahun ini. Tahun ini kebijakannya sama,'' ujarnya.

Yang banyak disorot dalam rakor, di antaranya soal perlintasan KA yang rawan macet seperti di Sumpiuh dan Batarsoka Purwokerto. Antisipasi dibuatkan pager pembatas dan diperbanyak petugas di lapangan. Termasuk mengamankan lintasan tak berpalang pintu. Kemudian soal adanya larangan truk mengangkut penumpang sampai di Baturraden saat liburan Lebaran. Teknisnya akan dibahas lebih lanjut oleh Organda, Dihub dan Satlantas Polres. Kemudian kesiapan posko-posko dan petugas.

Terkait penyelenggaraan posko terpadu Lebaran dan Natal Tahun 2007, Pemkab bersama jajaran terkait membentuk lima tim. Yakni tim bidang monotoring sembako dan barang penting lainnya. Kedua, bidang angkutan, bidang keamanan dan ketertiban dan bidang ketertiban. (G22-55)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA