| Jumat, 28 September 2007 | BANYUMAS |
Preman Pasar DitangkapPURWOKERTO-Sebanyak 22 orang pengamen dan preman yang beroperasi di sejumlah pasar di Kota Purwokerto, kemarin, digaruk anggota Samapta Polres Banyumas. Keberadaan mereka dinilai sudah meresahkan para pedagang. Pada bulan puasa dan mendekati lebaran, jumlah mereka yang beraksi bertambah banyak. Mereka kerap melakukan ampresen terhadap pedagang. Berdalih untuk THR, pengamen yang datang ke kios-kios tak lagi mau menerima pecahan Rp 500. Sekali datang ke pedagang mereka minta ''upeti'' sedikitnya Rp 1.000. ''Banyak pedagang yang mengeluh dan resah atas ulah preman dan pengamen. Mereka mengadu ke polisi,'' kata Kepala Bagian Operasional Polres Banyumas, Kompol Sutopo, yang memimpin operasi kemarin. Yatno (40), salah seorang pedagang sembako di salah satu los mengungkapkan, setelah puasa berjalan seminggu, jumlah pengamen yang beroperasi di pasar makin banyak. ''Mereka tak mau diberi recehan Rp 100. Uang Rp 500 pun kalau diterima masih menggerutu. Mereka rata-rata minta Rp 1.000,'' tuturnya. Sutopo mengatakan 22 orang pengamen dan preman itu digaruk dari Pasar Wage, Pasar Pon, Pasar Sokaraja, dan Pasar Manis. (G23-75) |