SUARA MERDEKA
 
INDEKS WACANA Kamis, 27 September 2007

Dalam beberapa hari terakhir ini riuh diberitakan mengenai seleksi direksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Moedal Semarang. Kenapa riuh ? Tentu banyak soal yang melatarbelakangi. Serba duga dan sarat prasangka menjadi ujung pangkalnya. Beberapa nama yang lolos ditengarai melewati batas usia yang diperbolehkan peraturan. Satu hal ini saja sudah bisa memicu persoalan hingga ke mana-mana. Misalnya, kenapa mereka bisa lolos seleksi, ada apa dan siapa di balik nama itu, bahkan lebih dari itu bisa saja muncul isu ada "sesuatu" di balik itu semua.

Pidato Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad di kampus Columbia University, New York, dan di Sidang Umum PBB, makin memperlihatkan kualitas sikap Amerika Serikat di panggung politik dunia. Mulai dari standar ganda menyikapi hak asasi manusia (HAM), terorisme internasional, dan isu Palestina. Di hadapan Sidang Umum PBB - tanpa kehadiran delegasi Amerika - dia mengatakan, HAM telah dilanggar secara luas oleh kekuatan-kekuatan tertentu, khususnya oleh negara yang berlagak menjadi pendukung utama HAM. Aksi perang melawan terorisme dan penahanan di kamp Guantanamo menjadi sasaran kritiknya.

Sejarah menunjukkan, yang memegang kendali kepemimpinan nasional di tengah kecamuk ancaman kembalinya kolonial Belanda mampu tarik-menarik dua blok kekuatan dunia, justru berusia amat muda.

"MENCINTAI artinya berbagi kebahagiaan demi kebahagiaan orang yang kita cintai." Itu kata GW Von Leibnitz, matematikawan penemu Kalkulus dari Jerman. Kata-kata itu bisa bermakna pula, "Tiada istilah mencintai tanpa berbagi kebahagiaan dengan orang yang dicintai."

SEJAK dasawarsa 1990-an, di setiap Sidang Umum (SU) Perserikatan Bangsa-Bangsa termasuk SU ke-62 pada akhir September 2007 sekarang, ihwal reformasi PBB selalu dibahas. Malah di SU PBB ke-60 September 2005 dan SU PBB ke-61 September 2006, paket reformasi menyeluruh PBB ó mencakup reformasi birokrasi dan struktural ó menjadi agenda utama.

Sebuah pengalaman menarik dengan penerbangan Adam Air terjadi pada saya. Tanggal 2 September 2007 saya dari Semarang ke Jakarta pukul 09.30 naik Adam Air. Tiket sudah ada di tangan sejak 3 - 4 hari sebelum berangkat yang saya beli dari travel agen langganan. Pada hari '' H'', saya datang 'sedikit' terlambat, yaitu 40 menit sebelum keberangkatan.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA