| Kamis, 27 September 2007 | PANTURA |
KELILING panturaBeredar Makanan KedaluwarsaPEMALANG - Banyak makanan kemasan yang dijual di pertokoan dan kios diduga sudah kedaluwarsa. Oleh karena itu masyarakat diminta waspada. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindag Kop) Pemalang Ir HM Syahroni mengatakan, dugaan itu berdasar hasil operasi di beberapa kecamatan daerah punggung. Petugas menemukan makanan yang sudah tidak layak untuk dikonsumsi. ''Jumlahnya puluhan kaleng, terutama kue kering,'' katanya, kemarin. Dijelaskan, menjelang Lebaran Disperindag mengadakan operasi kesehatan makanan yang melibatkan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) dan Satpol PP.(sf-52) Pekerja Belum Sepakati UMK PEKALONGAN- Meski Dewan Pengupahan (DP) Kota Pekalongan sudah menghitung dan menemukan angka upah minimum kota (UMK) tahun 2008 sebesar Rp 588.600, serikat pekerja (SP) belum mau menerimanya. SP masih ngotot mengajukan UMK sebesar Rp 660.600. Wahyudin, anggota DP yang mewakili Apindo menjelaskan, penentuan angka Rp 588.600 itu sudah melalui perhitungan yang menggunakan variabel nilai kebutuhan hidup layak (KHL), perkembangan ekonomi, perkembangan produktivitas, usaha marginal, dan pasar kerja. Penentuan UMK melalui rapat DP berlangsung di kantor Jamsostek beberapa hari lalu. Akhirnya, penghitungan menggunakan formulasi yang didasarkan pada Kepres 107/2004 tentang Dewan Pengupahan itu menemukan angka Rp 588.600. Angka itu berlandaskan pada penghitungan yang didasarkan data-data dari BPS, sehingga memiliki dasar kuat. Rapat pun selesai tanpa ada protes dari SP. Tetapi, keesokan harinya wakil SPN menolak tanda tangan ketika disodori berita acara penentuan UMK itu.(A15-65) Proyek Trotoar Tetap Berlanjut BUMIAYU- Proyek drainase dan trotoar di Desa Jatisawit, Kecamatan Bumiayu, Brebes tetap berjalan meski dikeluhkan oleh warga sekitar. Demikian kesimpulan dari pertemuan antara Subdin Cipta Karya DPU Brebes, rekanan, konsultan, pemerintah desa dan warga, kemarin di Kantor Desa Jatisawit. Pertemuan itu dilakukan setelah DPU bersama rekanan dan konsultan serta Kades meninjau lokasi proyek. "Proyek drainase dan trotoar ini akan tetap dilanjutkan, karena untuk dibongkar kembali sudah tidak mungkin," kata M Nukman, staf Cipta Karya DPU Brebes. Proyek drainase dan trotoar dibiayai dari APBD 2006 senilai Rp 147 juta. Namun, dalam pelaksanaannya proyek tersebut dikeluhkan warga karena mengakibatkan saluran semakin sempit. Dikhawatirkan, penyempitan itu menyebabkan banjir bertambah parah. Kades Jatisawit Anis Chamim mengatakan persoalan tersebut sebenarnya tidak perlu terjadi jika sejak awal masyarakat dilibatkan dalam perencanaan proyek. (tg-61) |