| Kamis, 27 September 2007 | NASIONAL |
SOSOKTersesat di Jakarta
GARIN NUGROHO boleh saja telah berkeliling kota-kota penting tempat penyelenggaraan berbagai festival film di dunia. Dari Channes Film Festival di Prancis sampai Berlin Film Festival di Jerman. ''Dan sejauh ini saya tak pernah nyasar,'' ujar sutradara Opera Jawa itu. Namun, apakah itu berarti dia tak pernah tersesat di Jakarta? ''Ha-ha- ha, kalau itu cuma masalah miskomunikasi,'' katanya seraya terbahak. Sebab, dia segera menyadari telah menuju ke tempat yang keliru untuk menghadiri diskusi yang digagas Panitia Pelaksana FFI 2007. Tak ayal, Garin terpaksa telat jadi pembicara. Padahal, pembicara lain, seperti Mira Lesmana, Raam Punjabi, dan Wina Armada, telah merampungkan sesi mereka. Apakah motor Yayasan Sains, Estetika, dan Teknologi (SET) itu sudah tak bisa membedakan antara Pusat Perfilman H Usmar Ismail (PPHUI) dan Gedung Film, tempat Badan Pertimbangan Perfilman Nasional (BP2N) berkantor? ''Terkadang pemahaman saya tentang Gedung Film dan Gedung Perfilman misleading (menyesatkan-Red),'' kilah dia.(Benny Benke-53) | ||||