| Kamis, 27 September 2007 | NASIONAL |
Pelaku Palsukan Nomor Truk
SEMARANG- Setelah mendapat kepastian identitas korban pembunuhan yang ditemukan di parit Jl Tol Srondol-Jatingaleh, Semarang, polisi kemarin mulai melacak keberadaan pelaku. Polisi membentuk tim khusus untuk menemukan pelaku yang menghabisi nyawa Nurhadi (26), pengusaha gabah asal Desa Kirig, Kecamatan Mejobo, Kudus. "Kami menurunkan tim gabungan khusus untuk melacak dan menemukan pelaku. Mereka sudah bergerak ke Ngawi, Jawa Timur," ungkap Kasat Reskrim Polwiltabes Semarang AKBP Agus Rohmat SIK SH MHum, Rabu (26/9). Tim tersebut, kata dia, gabungan unit Resmob Polwiltabes Semarang dan Polres Semarang Selatan. Tim dipimpin Kanit Resmob Polwiltabes Semarang AKP Yahya R Lihu. Tim telah mengidentifikasi truk Fuso bernomor AE-8241-J. Diketahui truk tersebut milik Jimmy (38), warga Ngawi, Jawa Timur. Ketika menyambangi rumah Jimmy, polisi menemukan truk tersebut berada di gudang. Setelah dicek nomor kendaraannya asli. Akan tetapi, ketika dimintai keterangan, pemilik truk berkeyakinan, saat sebelum dan pas kejadian, truk miliknya berada di dalam garasi. "Ketika kami cek, truk tersebut memang tidak beroperasi beberapa hari. Saat kejadian pun, truk masih dikandangkan. Ini dikuatkan dengan bukti surat keluar masuk gudang," kata Agus Rohmat. Dengan demikian, polisi mengambil kesimpulan, pelaku sengaja memalsukan nomor kendaraan truk yang dipakai untuk mengangkut gabah. Kawanan itu rupanya sudah merencanakan jauh-jauh hari sebelum beraksi. Kesangsian lain, menurut keterangan Nursyid (40), kakak korban, kepada polisi, cat truk yang dipakai pelaku warna cokelatnya nampak baru. Sedangkan truk milik Jimmy warnanya sudah kusam. "Kami menduga pelaku merencanakan terlebih dahulu, termasuk memalsukan nomor kendaraan dan mengganti cat yang sama dengan truk aslinya," tambah Kasat Reskrim. Dugaan lain, pelaku adalah orang yang tahu dan kenal dengan Jimmy. Mengenai motif pembunuhan, sampai saat ini polisi masih berkeyakinan perampokan. Periksa Calo Gabah Sementara itu, penyidik masih terus mendalami masalah dan meminta keterangan kepada para saksi. Kemarin penyidik dari Polresta Semarang Selatan memintai keterangan dua saksi yakni Rasim dan Andi, keduanya warga Pamanukan, Jawa Barat. Rasim adalah calo gabah di Pamanukan yang selama ini menyediakan permintaan Nurhadi dan Nursid, sedangkan Andi adalah adik Rasim yang turut membantu bisnis gabah tersebut. Mereka dimintai keterangan tak lama setelah melayat ke rumah Nurhadi. Keduanya adalah orang terakhir yang bertemu dengan korban sesaat sebelum truk yang disewa berangkat dari Jawa Barat pada Minggu (23/9). Rasim mengaku turut membantu mencarikan truk tersebut dengan cara memberi tulisan "Ada Muatan ke Kudus". Rasim menyatakan tidak mencari truk, tetapi truk itulah yang hendak kembali ke Jawa Timur dan mencari angkutan. Kapolres Batang AKBP Edi Suroso menduga, kasus itu terjadi di luar wilayah Polres Batang. ''Minggu malam tidak ada laporan kejadian yang berarti. Pergerakan patroli beranting terus kami pantau. Demikian pula pada Senin malam,'' ujarnya. (H21,H23,D12,ar-60) |