logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 27 September 2007 NASIONAL
Line

Tiga Anggota Polisi Disandera Massa

SOLO - Tiga anggota Polsektabes Serengan, yakni Brigadir Purwadi, Brigadir Hartono, Bripda Andri disandera kelompok orang di areal Masjid At Taufiq, Serengan, Rabu (26/9) petang. Informasi yang berhasil dikumpulkan Suara Merdeka menyebutkan, sebelum disandera ketiga anggota Intelkam itu siaga di Mapolsektabes.

Tidak berapa lama, mereka mendapat informasi dari masyarakat via telepon menyebutkan ada empat warga Tipes diculik sekelompok orang.

Mendapat laporan itu mereka bergerak ke lokasi dan mengumpulkan data. Empat warga itu diketahui dibawa ke masjid. Setiba di tempat beribadah, tidak ada hal yang mencurigakan, karena kondisinya sepi.

Ketiga anggota polisi itu kemudian masuk dan mendapatkan sejumlah orang sedang salat. Tak berapa lama, muncul rombongan bermotor membawa seseorang warga, AW.

Selanjutnya, AW dihajar di halaman masjid tanpa ampun, hingga korban mengalami cidera di kepala belakang.

Meski melihat kejadian itu, ketiga polisi itu tidak dapat berbuat apa-apa.

Pintu Tertutup

Mengetahui keberadaan ketiga polisi di masjid, massa itu lalu beralih mendatangi ketiganya. Mereka mencercanya dengan berbagai pertanyaan.

"Bukan hanya dicerca pertanyaan, mereka juga mendorong tubuh saya dan anggota lainnya," kata Hartono, saat ditemui semalam.

Untuk keluar dari masjid pun tidak bisa dilakukan dengan mudah, karena pintu areal masjid ditutup. "Bahkan ketika ponsel saya berbunyi, tidak boleh diangkat bahkan disuruh dimatikan," lanjut Hartono.

Mereka hanya dikerumuni sekelompok orang yang jumlahnya ratusan. Meski sudah mengaku sebagai petugas, mereka tidak menghiraukannya.

Di tengah kepungan massa, datang seseorang berinisial SR di masjid dengan maksud mencari saudaranya bernama Pebri yang dikabarkan dibawa sekelompok orang ke dalam masjid.

Perhatian kelompok orang pun lalu beralih ke SR. Saat merasa aman, Hartono bersama kedua rekannya keluar areal masjid dengan cara membuka pintu sebelah selatan.

Menurut informasi, empat orang yang dibawa paksa oleh sekelompok orang ke areal masjid itu, termasuk AW dan Pebri, dikarenakan mereka diduga kerap berjudi.

Niat sekelompok orang itu, Kasat Intelkam Poltabes Surakarta Kompol Jaka Wibawa, empat orang itu diminta menandatangani pernyataan agar tidak bermain judi dan menjalankan salat.

Namun, disesalkan dalam kejadian itu, salah seorang dari mereka, AW dianiaya. Sewaktu tiba di lokasi, Kasat Intelkam tidak mengetahui siapa saja pelaku pengeroyokan itu.

AW mengaku tidak tahu mengapa dirinya dibawa ke masjid oleh sekelompok orang itu. "Pada waktu itu, saya sedang berada di jalan, lalu dibawa begitu saja," jelasnya.

Untuk keperluan pemeriksaan, luka di kepala korban divisum di sebuah klinik di Dawung, Solo Baru, Grogol.(hr,G11-77)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA